ADAKITANEWS, Kediri – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan generasi muda saat menghadiri kegiatan Student Talkshow yang berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Kediri, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Melawan Stigma, Mewujudkan Lingkungan Sehat Jiwa” tersebut menghadirkan narasumber Dosen Psikologi Islam UIN Syekh Wasil Kediri, Tatik Imadatus, serta perwakilan Duta Wisata Panji Galuh. Acara edukatif ini diikuti oleh ratusan pelajar dan sukses diselenggarakan berkat kolaborasi antara IPNU, IPPNU, serta IPM Kota Kediri.
Dalam sambutannya, Vinanda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelajar yang memilih memanfaatkan waktu luang di akhir pekan untuk membedah isu krusial seperti kesehatan mental.
“Alhamdulillah saya merasa bahagia bisa berada di tengah-tengah anak-anak muda yang memilih meluangkan waktunya bukan sekadar untuk berkumpul, tetapi untuk belajar bersama. Saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada IPNU, IPPNU, dan IPM Kota Kediri yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik,” ujarnya.
Menurut Vinanda, tema yang diangkat sangat relevan dengan dinamika kehidupan generasi muda saat ini. Di tengah derasnya arus informasi teknologi dan tingginya ekspektasi sosial, kesehatan mental menjadi fondasi yang tidak kalah penting dibandingkan pencapaian akademik maupun torehan prestasi lainnya.
Ia memaparkan bahwa pelajar masa kini kerap dihantam berbagai tekanan, mulai dari tuntutan berprestasi, ambisi aktif di berbagai organisasi, hingga beban psikologis untuk selalu terlihat sempurna di hadapan publik atau media sosial. Padahal, ia mengingatkan bahwa merasa lelah, bingung, ataupun kehilangan motivasi adalah fase emosi yang manusiawi dan wajar dialami.
“Karena itu jangan pernah memendam masalah sendirian. Jika ada kesulitan dalam belajar maupun kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk bercerita kepada orang tua, keluarga, guru, ataupun sahabat yang dipercaya. Meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, tetapi bentuk keberanian untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” tegas Vinanda.
Wali kota yang akrab disapa Mbak Wali ini juga mengimbau pentingnya membangun ekosistem lingkungan yang suportif dan bersih dari stigma negatif terhadap persoalan kejiwaan. Ia menyentil memori memilukan terkait peristiwa meninggalnya seorang pelajar yang memilih mengakhiri hidup beberapa waktu lalu, sebagai alarm keras bagi semua pihak agar lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitarnya.
“Saya titip pesan kepada adik-adik semua untuk menciptakan lingkungan yang tidak mudah memberikan stigma. Jadilah pribadi yang mau mendengar, memahami, dan saling menguatkan satu sama lain,” pesannya.
Lebih lanjut, Vinanda mendorong para pelajar untuk tidak membentengi diri dan mau aktif melibatkan diri dalam roda organisasi maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, berorganisasi merupakan wadah efektif untuk membuka wawasan, memperluas jaringan pertemanan, serta menjadi laboratorium pembentukan karakter diri yang tangguh.
Melalui perhelatan talkshow ini, Pemerintah Kota Kediri berharap kesadaran kolektif generasi muda terhadap urgensi kesehatan mental kian meningkat, sekaligus mampu memicu lahirnya lingkungan masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan saling merangkul satu sama lain.(*)











