ADAKITANEWS, Kediri – Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah (Porsadin) III tingkat Kota Kediri resmi digulirkan di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Lirboyo III, Kelurahan Ngampel, Kota Kediri, Sabtu (20/6/2026) malam. Ajang bergengsi yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Kediri ini mengusung tema “Berkhidmah bersama Madrasah Diniyah Membangun Karakter Bangsa” dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 20-21 Juni 2026.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimuddin Thoha yang akrab disapa Gus Qowim. Pembukaan ini juga dihadiri langsung oleh Pengasuh PP HM Al Mahrusiyah Lirboyo III, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. atau Gus Reza, serta jajaran pengurus FKDT Kota Kediri.
Dalam sambutannya, Gus Reza menyampaikan bahwa Porsadin menjadi momentum penting bagi para santri untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka di luar bidang keagamaan normatif.
“Para santri di Porsadin insyaAllah akan punya kesempatan mengekspresikan keterampilan psikomotorik mereka. Ternyata santri bisa di segala keterampilan. Ini menjadi ajang yang menampakkan kepada masyarakat bahwa santri tidak hanya pintar mengaji, tetapi ada potensi terpendam yang luar biasa. Bahwa muslim sejati adalah yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” tutur Gus Reza.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowim, yang terpukau melihat antusiasme dan semangat luar biasa dari para peserta sejak malam pembukaan.
“Malam ini saya melihat semangat yang luar biasa. Ada yang menunjukkan hafalan terbaiknya, ada yang akan bershalawat, berpidato, membuat kaligrafi, hingga berlomba di bidang olahraga. Ini menunjukkan satu hal bahwa santri adalah generasi yang lengkap; kuat ilmunya, baik akhlaknya, dan kaya prestasi,” ujar Gus Qowim.
Gus Qowim menegaskan bahwa karakter bangsa yang kuat sejatinya dibangun dari ruang-ruang sederhana seperti madrasah diniyah, tempat anak-anak belajar menghormati guru, mencintai Al-Qur’an, menghargai sesama, dan berikhtiar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Porsadin bukan sekadar mencari juara. Ini adalah ajang mempererat ukhuwah, melatih sportivitas, membangun rasa percaya diri, dan membuktikan bahwa santri mampu berprestasi di berbagai bidang tanpa meninggalkan nilai-nilai adab. Pemerintah Kota Kediri akan terus mendukung madrasah diniyah dan pesantren sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi unggul yang berakhlakul karimah,” imbuhnya.
Kepada para santri yang akan bertanding, Gus Qowim menitipkan pesan agar berkompetisi dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia berharap seluruh peserta bisa membawa pulang pengalaman berharga dan persahabatan baru.
“Bertandinglah dengan sungguh-sungguh. Kalau menang jangan sombong, kalau belum menang jangan patah semangat. Prosedur ini juga menjadi persiapan menuju Porsadin tingkat provinsi dan nasional, dengan harapan Kota Kediri bisa mengirimkan delegasi terbaiknya,” pungkas Gus Qowim.
Sementara itu, Sekretaris FKDT Kota Kediri, Fakhrur Rozi, memaparkan data teknis mengenai pelaksanaan Porsadin III kali ini. Kompetisi tahun ini diikuti oleh ratusan santri yang berasal dari puluhan lembaga madrasah diniyah di Kota Kediri.
“Total peserta mencapai 300 santri dari 98 Madin se-Kota Kediri. Mereka akan bertanding di 13 cabang lomba, yang terdiri dari 3 cabang olahraga yaitu bulu tangkis, tenis meja, dan lari cepat atau sprint, serta 10 cabang lomba seni seperti MTQ, pidato bahasa Arab, tahfidz, dan lainnya,” jelas Fakhrur Rozi.
Fakhrur Rozi menambahkan, persyaratan utama bagi peserta Porsadin ini adalah santri tingkat Ula dengan batasan usia 7 hingga 13 tahun. Para peraih Juara 1 dari masing-masing cabang lomba akan langsung diproyeksikan untuk mewakili Kota Kediri di ajang Porsadin tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Seluruh Juara 1 akan kami bawa ke Lumajang untuk mengikuti Porsadin tingkat provinsi pada 27 September mendatang. Dan insyaAllah, perwakilan yang lolos akan melanjutkan ke Porsadin tingkat nasional di Semarang pada bulan November. Pasca-kegiatan ini, kami juga akan menggelar program pelatihan dan pembinaan intensif selama dua bulan bagi para juara sebagai persiapan matang menuju Lumajang,” kata Fakhrur Rozi.(*)











