ADAKITANEWS, Kediri – Menjelang pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin melakukan silaturahmi ke sejumlah ulama dan pengasuh pondok pesantren di Kota Kediri, Selasa (9/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Kota Kediri kepada para tokoh agama sekaligus upaya mempererat sinergi dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
Dalam agenda tersebut, Vinanda dan Qowimuddin mengunjungi beberapa ulama terkemuka, di antaranya KH Anwar Manshur, KH Anwar Iskandar, KH R. Abdul Hamid Abdul Qodir, serta KH Ahmad Soleh Abdul Jalil.
Dalam kesempatan itu, Mbak Wali dan Gus Qowim mengundang para ulama untuk hadir sekaligus memimpin doa pada kegiatan Istighosah dan Doa Bersama Akhir Tahun 1447 Hijriah serta Awal Tahun 1448 Hijriah yang akan digelar Pemerintah Kota Kediri pada 15 Juni 2026.
“Mohon doa dan dukungannya. Insyaallah pada tanggal 15 Juni 2026 nanti akan diselenggarakan istighosah dan doa bersama akhir tahun 1447 Hijriah dan awal tahun 1448 Hijriah mulai pukul 15.00 WIB. Acaranya digelar di Balaikota Kediri. Kami mengundang para kyai untuk hadir dan bersama-sama mendoakan Kota Kediri agar senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, dan keselamatan,” ujar Vinanda.
Menurut wali kota yang akrab disapa Mbak Wali itu, momentum Tahun Baru Islam tidak sekadar menjadi penanda pergantian kalender Hijriah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat ikhtiar spiritual dalam membangun daerah.
Ia berharap kehadiran serta doa para ulama dapat menjadi energi positif bagi Kota Kediri dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai setiap kunjungan yang dilakukan. Selain menyampaikan undangan resmi, silaturahmi tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi antara pemerintah daerah dan para ulama terkait berbagai masukan untuk pembangunan Kota Kediri ke depan.
Pemerintah Kota Kediri menilai peran ulama memiliki kontribusi besar dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(*)











