ADAKITANEWS, Kediri – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet asal Kota Kediri di kancah internasional. Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, berhasil meraih medali emas nomor lead pada ajang World Climbing Series Praha 2026 yang berlangsung di Praha, Ceko, Senin (8/6/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi catatan bersejarah bagi dunia panjat tebing nasional. Putra tercatat sebagai atlet Indonesia pertama yang mampu meraih medali emas nomor lead dalam sejarah penyelenggaraan World Climbing Series. Prestasi itu sekaligus mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemanjat tebing terbaik dunia saat ini.
Pada babak final, pemuda kelahiran 26 Oktober 2005 yang akrab disapa Srondeng tampil impresif saat menghadapi tujuh atlet elite dunia. Ia bersaing ketat dengan pemanjat-pemanjat papan atas seperti Sorato Anraku, Neo Suzuki, Satone Yoshida, Adam Ondra, Luka Potocar, Filip Schenk, serta Jakob Schubert.
Putra berhasil mengumpulkan skor 43 dan keluar sebagai juara. Ia unggul atas Neo Suzuki yang meraih medali perak dengan skor 39 serta Jakob Schubert yang meraih medali perunggu dengan skor 37. Hasil tersebut memastikan Merah Putih berkibar di podium tertinggi kejuaraan dunia tersebut.
Keberhasilan ini menjadi puncak perjalanan Putra di nomor lead. Sebelumnya, pada ajang World Climbing Series di Koper, Slovenia, tahun 2025, ia berhasil menembus final dan menempati peringkat keenam. Dalam waktu kurang dari satu tahun, Putra mampu meningkatkan performanya secara signifikan hingga menjadi juara dunia.
Meski berhasil meraih hasil terbaik, Putra mengaku masih memiliki sejumlah aspek yang harus diperbaiki untuk menjaga konsistensi di level internasional.
“Ini adalah final kedua saya dan emas pertama. Tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit, terutama di bagian atas sampai tangan saya terasa sangat lelah. Emas ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman bertanding di tingkat dunia memberikan banyak pelajaran penting untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun mental bertanding.
“Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi,” tambahnya.
Prestasi gemilang tersebut mendapat apresiasi tinggi dari KONI Kota Kediri. Humas KONI Kota Kediri, Rino Hayyu Setyo, mengaku mengikuti langsung penampilan Putra melalui siaran langsung dan menyambut bangga keberhasilan atlet binaan Kota Kediri tersebut.
Menurut Rino, Putra telah menunjukkan kualitas sejak membela Kota Kediri di berbagai ajang. Potensi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) hingga dipanggil memperkuat pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada 2025.
“Ini sangat membanggakan Kota Kediri, bahkan mengharumkan nama Indonesia di dunia, khususnya pada nomor lead panjat tebing,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rino menjelaskan keberhasilan Putra menjadi motivasi besar bagi pembinaan olahraga panjat tebing di Kota Kediri. Saat ini, FPTI Kota Kediri bersama KONI terus melakukan pembinaan dan penjaringan atlet muda berbakat untuk melahirkan generasi penerus yang mampu mengikuti jejak Putra.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pembinaan dan pencarian bakat, termasuk pemantauan atlet potensial dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
“Tentu KONI Kota Kediri akan terus berkoordinasi dengan FPTI, termasuk untuk menyelenggarakan event-event kejuaraan yang dapat menambah jam terbang atlet. Harapan kami, akan lahir lebih banyak atlet berprestasi dari Kota Kediri yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional,” pungkas Rino.
Keberhasilan Putra Tri Ramadani membuktikan bahwa pembinaan olahraga yang berkelanjutan mampu melahirkan atlet kelas dunia. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Kediri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.(*)











