ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menyambut positif kegiatan Literasi Bedah Buku bertajuk talkshow “Refleksi Hari Kebangkitan Nasional” yang digelar di Gedung Nusantara Balai Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Sabtu (23/5/2026).
Acara yang diinisiasi Program Studi Psikologi Islam UIN Syekh Wasil Kediri tersebut dinilai menjadi sarana memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme melalui pengembangan budaya literasi di masyarakat.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Sonny Subroto Maheri Laksono, menyampaikan bahwa forum literasi semacam ini dapat memperluas cara pandang masyarakat serta mendorong lahirnya kontribusi positif bagi bangsa.
“Saya harapkan nanti narasumber Mbak Laila bisa membuka persepsi kita, dan jangan lupa kita selalu belajar menulis,” ujarnya.
Sonny menambahkan, kegiatan literasi perlu diperluas hingga ke berbagai desa di Kabupaten Kediri. Hal tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan peran perpustakaan melalui penyediaan koleksi buku yang lebih beragam serta penguatan program literasi, termasuk pojok baca.
“Bagaimanapun bangsa kita ini tetap waras, itu adalah tugas dari jenengan semua,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kediri Sri Ilham Wahyu Subekti melalui Hendro Hari Mulyono menekankan bahwa momentum refleksi Hari Kebangkitan Nasional dapat memperkuat peran perpustakaan sebagai motor penggerak kemajuan pendidikan dan literasi. Menurutnya, perpustakaan memiliki posisi strategis dalam menanamkan wawasan kebangsaan dan memperkuat karakter nasionalisme melalui berbagai sumber pengetahuan, seperti buku, arsip sejarah, jurnal ilmiah, serta program literasi berkelanjutan.
“Marilah kita jadikan kegiatan ini untuk menyiapkan generasi bangsa yang handal dalam menghadapi masa depan yang gemilang,” ujarnya.
Kepala Program Studi Psikologi Islam UIN Syekh Wasil Kediri, Nur Aziz Afandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas akademik sekaligus meningkatkan kontribusi kepada masyarakat.
“Ini sebagai bentuk upaya untuk memaksimalkan potensi mahasiswa-mahasiswi Program Studi Psikologi Islam dalam lingkup akademik, riset, maupun pengabdian masyarakat,” ungkapnya.
Mengusung tema “Bangkit untuk Menguatkan Keberagaman, Semangat Baru dalam Menguatkan Solidaritas melalui Inklusivitas”, kegiatan ini menghadirkan ruang dialog interaktif bagi peserta untuk memahami dan merefleksikan makna Hari Kebangkitan Nasional dalam kehidupan bermasyarakat.(*)











