ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun membatalkan sejumlah perjalanan kereta api sebagai dampak insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses normalisasi operasional perjalanan kereta api yang terdampak secara nasional.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan menyusul tingginya keterlambatan perjalanan kereta akibat proses evakuasi rangkaian KRL di wilayah Bekasi Timur yang memakan waktu cukup lama.
“Pembatalan perjalanan ini merupakan langkah yang harus diambil untuk menjaga keselamatan serta mempercepat pemulihan operasional perjalanan kereta api secara menyeluruh,” ujar Tohari.
Berdasarkan jadwal operasional, terdapat dua kereta api keberangkatan awal dari wilayah Daop 7 Madiun yang dibatalkan pada Rabu (29/4/2026), yakni KA 151 Brantas relasi Blitar–Pasar Senen dan KA 161 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen.
Selain itu, dua kereta api yang melintas di wilayah Daop 7 Madiun juga turut dibatalkan, yaitu KA 251 Jayakarta relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen serta KA 245B Majapahit relasi Malang–Pasar Senen. Pembatalan ini juga berlaku untuk perjalanan sebaliknya dari arah Jakarta, meliputi KA 152 Brantas relasi Pasar Senen–Blitar, KA 162 Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang, KA 252B Jayakarta relasi Pasar Senen–Surabaya Gubeng, serta KA 246B Majapahit relasi Pasar Senen–Malang.
KAI Daop 7 Madiun memastikan seluruh pelanggan yang terdampak pembatalan tersebut akan mendapatkan hak pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai harga tiket yang dibayarkan, di luar bea pemesanan. Proses pembatalan dapat dilakukan melalui loket stasiun atau kanal resmi lainnya hingga H+7 dari jadwal keberangkatan kereta yang dibatalkan.
Pihak KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan kembali rencana perjalanannya melalui aplikasi atau layanan informasi resmi.
“KAI berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan dalam setiap perjalanan kereta api,” tutup Tohari.(*)











