ADAKITANEWS, Kediri – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Kediri mulai melaksanakan rangkaian Musyawarah Kecamatan (Muscam) secara bertahap untuk wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 3, 4, dan 5 sejak Jumat (24/4/2026). Agenda besar ini merupakan langkah nyata partai dalam melakukan konsolidasi organisasi sekaligus penyegaran kepengurusan di tingkat kecamatan.
Rangkaian Muscam dimulai dari Dapil 3 yang mencakup Kecamatan Puncu, Kepung, dan Kandangan pada Jumat (24/4). Memasuki hari kedua, Sabtu (25/4), giliran Dapil 4 yang meliputi Kecamatan Wates, Ngancar, dan Plosoklaten menggelar musyawarah. Sementara itu, Dapil 5 yang membawahi Kecamatan Kras, Ngadiluwih, Kandat, dan Ringinrejo dijadwalkan melaksanakan agenda serupa pada Minggu (26/4). Seluruh kegiatan dipusatkan di masing-masing koordinator dapil (kordapil).
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, M. Hadi Setiawan, atau yang akrab disapa Cak Hadi, menjelaskan bahwa Muscam ini adalah tindak lanjut dari proses penjaringan calon Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) yang telah berlangsung pada 20-24 April lalu. Ia menekankan bahwa momentum ini sangat krusial bagi keberlangsungan struktur partai.
“Kami berharap melalui Muscam ini bisa melahirkan pemimpin-pemimpin baru, khususnya dari kalangan pemuda yang memiliki semangat, energi, dan inovasi untuk membesarkan Partai Golkar di tingkat kecamatan. Regenerasi ini penting agar organisasi tetap dinamis dan mampu menjawab tantangan ke depan,” tutur Cak Hadi, Sabtu (25/4/2026).
Cak Hadi menjamin bahwa setiap tahapan dilaksanakan secara transparan dan demokratis, merujuk pada Juklak Partai Golkar Nomor 02/DPP/GOLKAR/IV/2025. Proses ini mencakup penjaringan ketat hingga pemilihan dalam rapat paripurna yang melibatkan seluruh pemegang hak suara sah.
Cak Hadi menegaskan bahwa forum ini memiliki fungsi strategis yang lebih luas daripada sekadar suksesi kepemimpinan. Menurutnya, Muscam adalah instrumen utama untuk menyelaraskan gerak langkah seluruh elemen partai.
“Muscam juga sebagai wadah untuk mengkonsolidasikan kader dan meregenerasikan kader. Selain itu, ini adalah momen untuk mengkonsolidasikan organisasi agar memiliki satu tujuan, satu kebersamaan, dan satu kemenangan,” tegasnya.
Lebih dari sekadar suksesi kepemimpinan, Muscam kali ini juga diarahkan sebagai wadah strategis untuk menyusun program kerja yang lebih menyentuh kebutuhan akar rumput serta mempererat soliditas antarkader.
“Muscam ini bukan hanya soal memilih pemimpin, tapi juga bagaimana kita memperkuat konsolidasi, menyusun program yang menyentuh masyarakat, dan memastikan Golkar semakin hadir serta bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui hasil Muscam di tiga dapil ini, DPD Golkar Kabupaten Kediri menargetkan terbentuknya nakhoda baru yang progresif dan mampu menggerakkan mesin organisasi secara optimal hingga ke level desa dan kelurahan demi memperkuat posisi partai di masyarakat.(*)











