ADAKITANEWS, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat rekor baru dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dengan tingkat okupansi mencapai 150,7 persen.
Lonjakan tertinggi ini terjadi pada Sabtu (22/3/2026) dengan total 242.773 pelanggan yang melakukan perjalanan dalam satu hari.
Capaian tersebut menjadi puncak pergerakan penumpang selama periode Lebaran tahun ini seiring tingginya mobilitas masyarakat pada fase arus balik.
Berdasarkan data KAI, total penjualan tiket sejak 11 Maret hingga 1 April 2026 telah menembus angka 4.028.839 tiket.
Jumlah tersebut setara dengan 89,6 persen dari total kapasitas 4,4 juta tempat duduk yang disediakan oleh manajemen KAI.
Penjualan tiket kereta api jarak jauh mendominasi dengan 3,5 juta tiket terjual atau mencapai 98,2 persen dari kapasitas tersedia.
Sementara itu, untuk layanan kereta api lokal, tercatat sebanyak 520.851 tiket telah ludes dipesan oleh masyarakat.
Tren kenaikan penumpang mulai terlihat signifikan sejak 14 Maret dan terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya pada 22 Maret kemarin.
Data harian menunjukkan pada 18 Maret jumlah pelanggan berada di angka 205.842 orang, sebelum akhirnya meledak menjadi 242.773 orang pada puncaknya.
KAI mencatat sejumlah rangkaian favorit dengan okupansi tertinggi, di antaranya KA Airlangga, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, dan KA Kahuripan.
Tingginya angka okupansi ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat yang tetap menjadikan kereta api sebagai pilihan utama mudik dan balik.
Meski okupansi sangat tinggi, KAI menyebut peluang mendapatkan tiket arus balik masih terbuka melalui skema perjalanan lanjutan atau connecting train.
Masyarakat juga disarankan untuk memilih tanggal keberangkatan yang lebih fleksibel atau mencari relasi alternatif melalui aplikasi Access by KAI.
KAI menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu di tengah padatnya arus penumpang.(*)













