ADAKITANEWS, Jombang – Ratusan tukang becak dan masyarakat memadati Lapangan Pemerintah Kabupaten Jombang pada Senin (16/3/2026) pagi. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengantre secara tertib guna menerima penyaluran bantuan sosial yang diperuntukkan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).
Agenda ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Jombang Salmanudin, yang hadir mewakili Bupati Jombang Warsubi. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Agus Purnomo, perwakilan Forkopimda, serta jajaran kepala perangkat daerah terkait.
Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2026 ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah menjaga daya beli masyarakat prasejahtera di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, terutama komoditas beras yang masih tinggi di pasaran.
Dalam sambutannya, Salmanudin yang akrab disapa Gus Wabup menegaskan peran pemerintah dalam mengawal kesejahteraan warga kurang mampu melalui intervensi bantuan tunai dan pangan.
“Bantuan sosial yang disalurkan bersumber dari APBD Kabupaten Jombang tahun anggaran 2026 ini ditujukan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat pra sejahtera atau kurang mampu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi harga komoditas beras,” tutur Gus Wabup.
Tercatat sebanyak 2.495 penerima manfaat mendapatkan bantuan pada tahun ini. Rinciannya, setiap orang menerima bantuan berupa uang tunai senilai Rp100.000 dan beras sebanyak 5 kilogram. Komposisi penerima terdiri dari 2.200 orang kategori PPKS dan 295 orang dari kelompok PSKS.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari bagi Bapak dan Ibu sekalian, serta dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan keluarga,” tambah Salmanudin.
Selain sebagai bentuk kehadiran negara, Gus Wabup juga memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Jombang atas koordinasi penyaluran yang rapi. Ia memberikan instruksi tegas agar teknis pembagian di lapangan senantiasa mengedepankan prinsip akuntabilitas.
“Saya berpesan agar proses penyaluran bantuan ini dapat dilaksanakan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran, sehingga benar-benar dapat diterima oleh masyarakat yang berhak dan memberikan manfaat bagi penerima,” tandasnya.
Di penghujung acara, Salmanudin mengajak seluruh penerima manfaat untuk tetap optimis dan saling mendukung dalam menghadapi dinamika ekonomi.
“Semoga bantuan ini dapat menjadi penyemangat serta sedikit meringankan beban yang Bapak dan Ibu rasakan, semoga manfaat serta mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya.(*)











