ADAKITANEWS, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar silaturahmi bersama jajaran Forkopimda, Forkopimcam, serta tokoh lintas agama dan masyarakat, Kamis (12/3/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan strategi Cipta Kondisi menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi 2026 yang jatuh dalam waktu berdekatan.
Bertempat di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, rapat koordinasi ini dipimpin oleh Wakil Bupati Jombang Salmanudin yang mewakili Bupati Jombang Warsubi. Turut hadir Komandan Kodim 0814 Jombang, Dicky Prasojo, beserta perwakilan Forkopimda lainnya.
Dalam arahannya, Salmanudin menekankan pentingnya kolaborasi multisektoral untuk menjaga kerukunan masyarakat di tengah dua momentum besar keagamaan.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah. Mengingat Idulfitri 1447 H berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sebagaimana arahan Bapak Bupati menekankan pentingnya menjaga harmoni dan toleransi. Kita harus memastikan seluruh umat beragama di Jombang dapat beribadah dengan khusyuk dan saling menghormati,” ujar Salmanudin.
Terkait pengamanan wilayah, pria yang akrab disapa Gus Salman tersebut menginstruksikan sinergi kuat antara TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga relawan. Perhatian khusus diarahkan pada titik rawan kemacetan seperti kawasan Mojoagung dan Bandarkedungmulyo. Pos Pelayanan (Posyan) nantinya tidak hanya berfungsi mengatur lalu lintas, tetapi juga menyediakan layanan kesehatan gratis, bengkel darurat, dan informasi jalur alternatif.
Mengenai malam takbiran, pemerintah mengimbau warga untuk merayakannya secara khidmat di masjid atau musala. Penggunaan sound horeg pada kendaraan serta konvoi takbir keliling menggunakan sepeda motor di jalur protokol dilarang demi menjaga ketertiban umum.
Di sektor ekonomi, Satgas Pangan dan TPID diminta memperketat pengawasan harga bahan pokok di pasar tradisional seperti Pasar Pon dan Pasar Citra Niaga. Salmanudin menegaskan bahwa stok pangan dalam kondisi aman dan mencukupi hingga pasca-Lebaran.
“Sebagaimana disampaikan Kepala Bulog bahwa stok pangan di Jombang, mulai dari beras, minyak goreng hingga gula dalam kondisi aman dan mencukupi hingga pasca-Lebaran. Oleh karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau belanja berlebihan termasuk BBM. Belanjalah sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata dan harga di pasar tetap stabil,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Jombang mengingatkan perusahaan untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh paling lambat H-7 Lebaran. Dinas Tenaga Kerja pun telah menyiagakan posko pengaduan bagi para pekerja.
Menghadapi arus mudik, Operasi Ketupat Semeru 2026 akan digelar mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus pengamanan meliputi kawasan Mengkreng hingga perlintasan kereta api. Di sisi lain, layanan darurat di RSUD Jombang, RSUD Ploso, dan seluruh puskesmas dipastikan siaga 24 jam.
Wakapolres Jombang, Syarlis, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan Call Center 110 untuk respons cepat bantuan darurat. Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Jombang, Budi Winarno, menyatakan komitmennya untuk memastikan Jombang tetap kondusif.
“Semangat kita adalah memastikan Jombang menjadi rumah yang aman bagi semua. Melalui langkah-langkah humanis, kita ingin perayaan Idulfitri dan Nyepi tahun ini menjadi simbol kerukunan yang kuat di masyarakat kita,” pungkas Budi.(*)











