adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BPS dan TPID Kota Kediri Rilis Perkembangan Inflasi September 2026

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
3 Oktober 2026
BPS dan TPID Kota Kediri Rilis Perkembangan Inflasi September 2026

Baca Juga

DKPP Kota Kediri Pantau Harga Pangan di Pasar Setono Betek, Beras Premium Masuk Status Waspada

BPS Catat Inflasi Kota Kediri Agustus 2026 Sebesar 0,43 Persen, Daging Ayam Ras Jadi Pemicu Utama

BPS Catat Kota Kediri Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026, Penurunan Harga Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama

ADAKITANEWS, Kediri – Badan Pusat Statistik bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Kediri memaparkan data Indeks Harga Konsumen serta perkembangan inflasi daerah bulan September 2026 melalui konferensi pers daring yang dilangsungkan pada Kamis (1/10/2026).

Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menjelaskan bahwa tingkat inflasi bulanan atau month-to-month di wilayahnya pada September 2026 berada di angka 0,41 persen, sementara inflasi tahunan atau year-on-year tercatat mencapai 3,38 persen.

Kelompok pengeluaran sektor pendidikan tercatat sebagai pemicu utama kenaikan inflasi bulanan periode ini dengan memberikan andil sebesar 0,19 persen.

Sejumlah komoditas turut menyumbang laju inflasi bulanan, di antaranya akademi atau perguruan tinggi sebesar 0,19 persen, cabai rawit 0,12 persen, daging ayam ras 0,09 persen, telur ayam ras 0,05 persen, beras dan jeruk masing-masing 0,03 persen, angkutan udara serta bayam masing-masing 0,02 persen, serta jagung manis dan daging sapi masing-masing 0,01 persen.

Kend demikian, laju inflasi tersebut tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami deflasi, seperti emas perhiasan dan alpukat yang masing-masing mencatatkan -0,04 persen, kacang panjang serta semangka -0,03 persen, cabai merah, bawang merah, pir, bawang putih, dan ketimun masing-masing -0,02 persen, serta ikan bandeng atau ikan bolu sebesar -0,01 persen.

Lebih lanjut, BPS Kota Kediri menyoroti beberapa potensi risiko yang patut diwaspadai guna mengantisipasi pergerakan harga komoditas sepanjang Oktober 2026.

Faktor-faktor tersebut mencakup kestabilan stok dan jalur distribusi komoditas pangan seperti beras, daging ayam, dan telur ayam yang sangat bergantung pada fluktuasi permintaan pasar, serta prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi fenomena El Nino kuat yang diprediksi bertahan hingga awal 2027 dan berisiko memundurkan mulainya musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Selain itu, kelanjutan penyesuaian tarif bahan bakar minyak nonsubsidi juga dinilai berpotensi memicu efek domino terhadap pergerakan harga komoditas lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Emil mengimbau warga Kota Kediri untuk senantiasa berbelanja secara bijak serta merencanakan anggaran rumah tangga dengan cermat dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga.

Di sisi lain, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Kediri Noviana Rachmawati menyatakan bahwa dinamika inflasi ini memerlukan evaluasi menyeluruh, termasuk menelaah pengaruh biaya pendidikan tinggi terhadap perekonomian lokal serta memantau apakah tekanan harga pangan mulai melandai atau justru berlanjut akibat faktor musiman dan pola distribusi.

Ia memaparkan bahwa pergerakan harga selama September akan dijadikan acuan strategis dalam memetakan risiko inflasi menjelang kuartal terakhir tahun 2026, di mana TPID terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui penerapan strategi 4K yang meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Sebagai langkah konkret menjaga daya beli masyarakat, TPID Kota Kediri telah menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah yang dirangkai dalam agenda Syiar di Balai Kota Kediri, sementara penyaluran bantuan pangan oleh Perum Bulog diharapkan mampu meredam lonjakan permintaan beras di pasaran.

Dari aspek kelancaran distribusi, keberadaan terminal bongkar muat barang dimanfaatkan guna mengurai kepadatan lalu lintas akibat penumpukan truk logistik di pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Menutup keterangannya, Noviana berpesan kepada para pedagang agar tetap konsisten menjaga ketersediaan pasokan barang pokok serta meminta masyarakat agar menghindari tindakan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan berbagai komoditas dan kestabilan harga agar roda perekonomian di Kota Kediri tetap berjalan,” ujarnya.(*)

Tags: BPS Kota KediriEmil Wahyudionoinflasi September 2026Noviana RachmawatiTPID Kota Kediri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

“Lanjutkan Jualan Telur” dan Minta Didoakan, Pesan Menteri Sarmuji ke Keluarga Setelah Dilantik

“Lanjutkan Jualan Telur” dan Minta Didoakan, Pesan Menteri Sarmuji ke Keluarga Setelah Dilantik

2 Oktober 2026
Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
Doa Bersama untuk Sang Kakak, Cak Hadi: Semoga Amanah untuk Masyarakat Indonesia

Doa Bersama untuk Sang Kakak, Cak Hadi: Semoga Amanah untuk Masyarakat Indonesia

1 Oktober 2026
Sosialisasi Hukum di Kediri, Golkar Bekali Warga Pemahaman Perlindungan Perempuan dan Pinjol

Sosialisasi Hukum di Kediri, Golkar Bekali Warga Pemahaman Perlindungan Perempuan dan Pinjol

26 September 2026
Presiden Prabowo Lantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian Baru

Presiden Prabowo Lantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian Baru

1 Oktober 2026

Untuk Anda

Mojokuto Championship 2026 Diikuti 496 Atlet dari Berbagai Daerah
Nasional

Mojokuto Championship 2026 Diikuti 496 Atlet dari Berbagai Daerah

18 April 2026
BI Kediri dan Pemkot Kediri Gelar SYIAR 2026 di Balai Kota guna Dorong Ekonomi Syariah Mataraman
Ekonomi

BI Kediri dan Pemkot Kediri Gelar SYIAR 2026 di Balai Kota guna Dorong Ekonomi Syariah Mataraman

4 September 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026