ADAKITANEWS, Madiun – Yayasan Pusat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan Kereta Api Indonesia atau Yayasan Pusaka mendistribusikan bantuan pendidikan bagi anak yatim dan piatu di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian nyata terhadap masa depan pendidikan dan kesejahteraan keluarga besar pekerja perkeretaapian.
Prosesi penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Deputy Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, bertempat di Aula Lantai 2 Kantor Daop 7 Madiun pada Selasa (23/6/2026). Agenda penting ini dihadiri pula oleh Manager Humas Daop 7 Madiun Tohari, Manager SDM dan Umum Daop 7 Madiun Zainal Abidin beserta jajaran manajemen, serta para perwakilan penerima bantuan.
Saat menyampaikan sambutannya, Alam Prasetyo menitipkan pesan agar dana penunjang pendidikan ini mampu menyokong kebutuhan belajar para penerima manfaat secara optimal di sekolah.
“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Semoga dapat memberikan manfaat yang optimal sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita serta masa depan yang lebih baik,” kata Alam.
Dalam kesempatan tersebut, alokasi dana bantuan diserahkan langsung kepada 30 anak yatim dan piatu serta 19 orang tua penerima manfaat. Akumulasi dana pendidikan yang disalurkan secara keseluruhan menyentuh angka Rp228.800.000.
Sokongan dana ini diproyeksikan mampu mereduksi beban biaya sekolah yang ditanggung keluarga, sekaligus memacu motivasi anak-anak agar tetap konsisten mengukir prestasi serta mengasah kompetensi diri mereka.
Di samping penyerahan beasiswa, rangkaian acara ini diisi dengan sesi sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api yang dipaparkan oleh Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari. Ia mengajak seluruh peserta yang hadir untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang melalui gerakan kampanye BERTEMAN, singkatan dari Berhenti, Tengok Kiri/Kanan, Aman, Jalan.
Tohari menekankan bahwa aspek keselamatan di area perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut kepatuhan tinggi dari setiap pengguna jalan. Melalui penyuluhan ini, warga diharapkan lebih mengerti pentingnya mentaati rambu lalu lintas di jalur kereta api demi meminimalkan risiko kecelakaan.
Acara berjalan kondusif, tertib, dan diselimuti suasana kekeluargaan. Program filantropi ini menjadi tonggak kepedulian sosial Yayasan Pusaka untuk menjaga keberlangsungan edukasi generasi muda, berdampingan dengan misi PT KAI dalam mengampanyekan budaya keselamatan berkendara di sekitar jalur rel.(*)











