ADAKITANEWS, Kediri – Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah Mbah Minem, seorang penjual bunga tabur berusia 66 tahun asal Dusun Krajan, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih. Pasalnya, ia baru saja menerima bantuan berupa rombong kontainer untuk menunjang produktivitas usahanya pada Senin (22/6/2026).
Rombong usaha yang kini bertuliskan “Bunga Tabur Murah Mbah Minem” tersebut merupakan pemenuhan janji dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Bantuan ini diserahkan sebagai tindak lanjut konkret pascakunjungan kerja sang Bupati ke kediaman Mbah Minem pada 21 Mei 2026 lalu.
Dalam kehidupan sehari-hari, Mbah Minem memikul tanggung jawab besar. Ia tinggal bersama anak kandungnya, Iswati yang berumur 42 tahun dan sedang dalam kondisi sakit, serta seorang cucu. Tidak hanya itu, Mbah Minem juga dengan telaten merawat adik perempuannya, Minah berusia 60 tahun, yang merupakan seorang penyandang kebutuhan khusus.
Guna menyambung hidup dan mencukupi kebutuhan seluruh anggota keluarganya, Mbah Minem mengandalkan pendapatan dari hasil berjualan bunga tabur yang biasanya dicari masyarakat untuk ritual ziarah kubur. Di samping hasil berniaga, keluarga prasejahtera ini juga tercatat sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah.
Saat bertandang ke rumah Mbah Minem beberapa waktu lalu, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen penuh untuk menyalurkan bantuan modal yang relevan dan sesuai dengan kondisi riil keluarga tersebut.
“Nanti Dinas Kopusmik akan menindaklanjuti bantuan apa yang dibutuhkan bagi keluarga Mbah Minem,” ujar Mas Dhito kala itu.
Tepat satu bulan pascakunjungan bupati, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri bergerak cepat merealisasikan bantuan operasional berupa rombong kontainer kokoh yang diserahkan lengkap beserta modal persediaan beraneka jenis bunga tabur siap jual.
Kehadiran rombong modern ini seketika mengubah tampilan tempat usaha Mbah Minem menjadi jauh lebih bersih, rapi, dan bernilai jual. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi sebelumnya, di mana ia hanya bisa menggelar lapak dagangan dengan memanfaatkan meja kayu sederhana di teras rumahnya.
Sesaat setelah rombong bantuan tersebut diturunkan dari armada dan diserahterimakan, Mbah Minem tampak emosional sekaligus diselimuti rasa syukur yang mendalam. Ia mengaku sama sekali tidak menduga akan kembali mendapat perhatian sebesar ini dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri.
“Riyen sampun diparingi sembako, sak niki dikirimi rombong, alhamdulilah rasane ayem, senang sekali,” tutur Mbah Minem menggunakan bahasa Jawa yang berarti dahulu sudah diberi sembako, sekarang dikirimi rombong usaha, alhamdulillah rasanya tenang dan sangat senang.
Melalui fasilitasi tempat usaha yang lebih representatif ini, Mbah Minem berharap roda perekonomian keluarganya dapat berputar lebih cepat dan mampu memikat lebih banyak pelanggan. Ia pun berkali-kali mengutarakan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian nyata pemerintah terhadap kelangsungan hidup keluarganya.(*)











