ADAKITANEWS, Kediri – Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri menegaskan komitmennya mendukung kebijakan nasional dalam melahirkan generasi yang kuat atau Aziz Generation.
Langkah ini menyusul pembekalan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, dalam ajang Munas X LDII pada Kamis (9/4/2026).
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyoroti fenomena anxious generation dan strawberry generation yang dinilai rentan terhadap tekanan mental akibat disrupsi digital.
Menurutnya, pendidikan nasional kini harus fokus membangun peradaban (ta’dib) agar tidak meninggalkan keturunan yang lemah secara akidah, ilmu, maupun ekonomi.
“Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah. Kita harus menyeimbangkan aspek teknologi dengan penguatan batiniah,” tegas Abdul Mu’ti di hadapan delegasi.
Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, Agung Riyanto, menyatakan bahwa visi Mendikdasmen sangat selaras dengan nilai-nilai pendidikan yang selama ini diterapkan di pesantren.
Agung menilai pesantren memiliki peran strategis sebagai institusi yang membangun ketangguhan mental serta spiritual santri menuju Indonesia Emas 2045.
“Bagi kami, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses pembangunan karakter dan peradaban secara utuh,” ujar Agung.
Senada, Sekretaris Ponpes Wali Barokah Daud Soleh menekankan pentingnya adab dan literasi digital yang sehat bagi para santri saat ini.
Daud menyebut paparan menteri mengenai bahaya over-exposure media digital bagi mental Generasi Z merupakan peringatan nyata bagi pengelola pendidikan.
Di Ponpes Wali Barokah, para guru menerapkan “kurikulum tersembunyi” melalui keteladanan langsung serta pembiasaan ibadah yang disiplin bagi seluruh santri.
Pesantren berupaya keras menyeimbangkan penguasaan teknologi mutakhir dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia.
Daud juga menambahkan bahwa keberhasilan mencetak generasi unggul memerlukan sinergi kuat antara pendidikan formal, keluarga, dan lingkungan pesantren.
Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci utama dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis.
Melalui komitmen ini, Ponpes Wali Barokah berharap dapat terus berkontribusi mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga tangguh secara moral.(*)











