ADAKITANEWS, Kediri – Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkarakter guna menghadapi tantangan global.
Langkah ini diperkuat usai menerima pembekalan dari Deputi Kemenko PMK RI, Warsito, dalam ajang Musyawarah Nasional (Munas) X LDII 2026, Kamis (9/4/2026).
Warsito menekankan pentingnya resiliensi bangsa di tengah guncangan disrupsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) serta dinamika geopolitik yang tidak menentu.
Menurutnya, karakter dan jati diri bangsa adalah pilar utama yang memungkinkan manusia untuk bertahan dan bangkit kembali dari setiap perubahan zaman.
“Teknologi adalah alat, bukan pengganti manusia. Penentunya tetap pada kualitas manusia itu sendiri dalam menguasai dan memanfaatkannya,” tegas Warsito.
Terdapat lima ekosistem kunci dalam membangun SDM unggul, yakni lingkungan keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, tempat ibadah, hingga ruang digital.
Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, Agung Riyanto, menyatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menerjemahkan visi tersebut melalui pendidikan karakter.
Agung menilai resiliensi bukan sekadar bertahan, melainkan kemampuan santri untuk beradaptasi dengan perubahan tanpa harus kehilangan jati diri sebagai muslim.
“Fokus kami adalah memastikan para santri memiliki kemandirian serta integritas yang kuat di tengah arus perubahan sosial,” ungkap Agung Riyanto.
Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh, menambahkan pentingnya penguasaan literasi digital dan etika teknologi bagi santri di era modern saat ini.
Pesantren berupaya keras menyeimbangkan antara pendidikan agama yang mendalam dengan pemahaman teknologi agar santri tidak gagap terhadap inovasi.
Daud menjelaskan bahwa santri juga dibekali dengan konsep etika digital (digital citizenship) guna menyaring informasi hoaks serta menghindari paham radikalisme.
“Kami mendidik santri agar tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki etika dan moral yang luhur dalam bermedia digital,” imbuh Daud Soleh.
Resiliensi yang dibangun di lingkungan pesantren diharapkan mampu mencetak generasi yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman yang murni.
Melalui sinergi ini, Ponpes Wali Barokah optimistis dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi religius yang siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.(*)











