ADAKITANEWS, Kediri – Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, menghadiri kegiatan Halal Bihalal Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Kediri di Kantor PWRI, Kamis (2/4/2026).
Dalam suasana penuh kehangatan, Gus Qowim menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi maupun Pemerintah Kota Kediri.
Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para purna aparatur sipil negara (ASN) yang telah meletakkan fondasi pembangunan di Kota Tahu.
“Kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas pengabdian yang telah Bapak Ibu berikan selama menjadi ASN di Kota Kediri,” ujarnya.
Gus Qowim menegaskan bahwa jasa para anggota PWRI merupakan pilar penting bagi kemajuan dan stabilitas Kota Kediri hingga saat ini.
Momentum Halal Bihalal ini dinilai sebagai waktu yang sangat tepat untuk merajut kembali silaturahmi serta memperkuat semangat kebersamaan lintas generasi.
Pemerintah Kota Kediri terus mendorong kolaborasi semua pihak guna mewujudkan visi Kediri MAPAN, yaitu Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Nyaman.
Menurut Gus Qowim, meskipun masa tugas formal telah berakhir, pengalaman para senior tetap menjadi aset intelektual yang sangat berharga bagi daerah.
“Semangat dan pengalaman Bapak Ibu adalah aset berharga. Kami percaya gotong royong dengan para senior akan membawa kota ini ke arah lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara pemerintah daerah dengan para pensiunan agar pembangunan berkelanjutan tetap terjaga.
Para anggota PWRI tampak antusias menyambut kehadiran Wakil Wali Kota yang akrab disapa Gus Qowim tersebut dalam forum silaturahmi tahunan ini.
Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang bagi para purna tugas untuk tetap berkontribusi memberikan saran strategis bagi pengembangan pelayanan publik.
Gus Qowim berharap kesehatan dan keberkahan selalu menyertai para anggota PWRI agar tetap produktif di masa purnabakti mereka.
Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan serta ruang aktualisasi bagi para purna ASN di wilayahnya.
Sinergi yang harmonis ini menjadi bukti bahwa pembangunan Kota Kediri dilakukan dengan menghargai jasa para pendahulu.(*)













