ADAKITANEWS, Jombang – RSUD Jombang melalui program “Humas Menyapa” mengimbau kaum pria untuk tidak menyepelekan gejala pembesaran prostat jinak atau Benign Prostate Hyperplasia (BPH).
Kondisi ini dilaporkan dialami oleh sekitar 60 hingga 70 persen pria pada rentang usia 50 sampai 60 tahun akibat pengaruh hormon.
Narasumber spesialis urologi, dr. Rahmat Husein, Sp.U, menjelaskan bahwa kelenjar prostat yang membesar dapat menekan uretra dan mengganggu saluran kemih.
“Jika sudah di atas usia 80 tahun, hampir 90 persen laki-laki mengalami keluhan dalam proses pembesaran sel-sel prostat ini,” jelas dr. Rahmat.
Beberapa gejala awal yang patut diwaspadai adalah sering buang air kecil di malam hari serta pancaran urine yang melemah atau tidak lancar.
Pasien sering kali harus mengejan saat kencing atau merasakan aliran urine yang terputus-putus dibandingkan saat usia muda.
dr. Rahmat menekankan bahwa penanganan BPH tidak selalu berakhir di meja operasi, melainkan bergantung pada tingkat keparahan penyakit.
Tersedia metode terapi mulai dari pemberian obat-obatan untuk melancarkan kencing hingga tindakan minimal invasif yang memudahkan pemulihan pasien.
“Operasi baru dilakukan jika sudah terjadi komplikasi serius, misalnya pasien sampai benar-benar tidak bisa kencing sama sekali,” pungkasnya.
Pihak RSUD Jombang juga menyarankan pria di atas usia 50 tahun untuk rutin melakukan pemeriksaan, termasuk prosedur colok dubur sebagai deteksi dini.
Bagi generasi muda, dr. Rahmat memberikan pesan penting untuk menjaga gaya hidup sehat guna meminimalkan risiko gangguan prostat di masa tua.
Kebiasaan merokok terbukti secara medis menjadi salah satu faktor risiko utama yang memengaruhi kesehatan kelenjar prostat pria.
Selain itu, masyarakat diimbau membatasi konsumsi minuman pemicu iritasi seperti kopi berlebihan, soda, serta makanan yang terlalu pedas.
Semakin cepat keluhan diperiksakan ke dokter spesialis, maka tingkat keberhasilan penanganan medis akan semakin tinggi bagi pasien.
Melalui edukasi ini, RSUD Jombang berharap para pria lebih peduli terhadap kesehatan saluran kemih dan kualitas hidup jangka panjang.(*)













