ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menggelar Sosialisasi dan Forum Konsultasi Publik (FKP) Administrasi Kependudukan, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Joyoboyo ini dihadiri oleh jajaran OPD, instansi vertikal, serta berbagai mitra lembaga pelayanan publik di Kota Kediri.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri, M. Ferry Djatmiko, menegaskan bahwa tertib administrasi kependudukan adalah fondasi utama perencanaan pembangunan daerah.
Data kependudukan yang akurat dan terintegrasi sangat krusial dalam pengambilan kebijakan pemerintah serta pemberian bantuan sosial yang tepat sasaran.
“Kami terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat dapat mengurus dokumen dengan cepat, mudah, dan transparan,” ujar Ferry dalam sambutannya.
Kepala Dispendukcapil Kota Kediri, Marsudi Nugroho, menjelaskan bahwa saat ini warga semakin dimudahkan melalui Program “All In Kelurahan” yang sangat praktis.
Inovasi unggulan seperti layanan Drive Thru memungkinkan warga mencetak dokumen tanpa perubahan data dengan waktu yang sangat singkat.
Selain itu, terdapat program “Sejam Jadi” untuk perubahan data kilat serta layanan “Sedino Mari” yang menjamin penyelesaian administrasi dalam satu hari kerja.
“Pelayanan kini tersedia secara offline di kantor dinas, MPP, kecamatan, hingga layanan jemput bola langsung ke tengah masyarakat,” terang Marsudi.
Bagi warga yang melek teknologi, layanan juga bisa diakses secara daring melalui Aplikasi SAKTI maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD) di ponsel masing-masing.
Sejumlah inovasi spesifik juga diperkenalkan, seperti “Jala Si Bahir” untuk bayi baru lahir dan “Sipadu Pacar” untuk sinergi data kependudukan pasca-perceraian.
Ada pula program “Koper” untuk percepatan status perkawinan, “Kopi Ketan” untuk aktivasi identitas digital, serta “Incip Duren” yang menyasar penduduk rentan.
Acara ditutup dengan penandatanganan Berita Acara FKP sebagai bentuk komitmen bersama seluruh OPD dalam meningkatkan mutu layanan kependudukan.
Melalui forum ini, Pemkot Kediri berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dokumen seperti KTP-el, KK, KIA, hingga akta kelahiran semakin meningkat.
Digitalisasi data kependudukan terus dipacu agar Kota Kediri dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif terhadap kebutuhan warga.(*)













