ADAKITANEWS, Kediri – Peternak ayam petelur di Kabupaten Kediri masih menghadapi tantangan terkait ketersediaan lahan untuk pendirian kandang yang ideal dan selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, berkomitmen menyelesaikan persoalan lahan tersebut melalui penguatan regulasi dan penataan kawasan pada periode kedua kepemimpinannya.
Komitmen tersebut disampaikan Mas Dhito saat melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus dan anggota Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK) pada Jumat (6/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti usulan kajian kawasan industri peternakan yang diajukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) agar cakupannya diperluas.
“Kemarin dari DKPP mengajukan untuk melakukan kajian kawasan industri peternakan. Ini bagus, tetapi mengapa tidak sekalian kawasan budidaya?” ujar Mas Dhito memberikan arahan strategis.
Menurutnya, pembentukan kawasan budidaya yang terintegrasi tidak hanya akan menyelesaikan persoalan peternak ayam petelur (layer), tetapi juga mampu mengakomodasi sektor produktif lainnya, seperti perikanan air tawar dan pertanian. Penataan kawasan yang tersentralisasi dinilai akan memudahkan pengawasan, pemberian bantuan, serta minimalisasi konflik sosial terkait tata ruang.
Berdasarkan data per 6 Maret 2026, Kabupaten Kediri merupakan salah satu lumbung pangan sektor unggas yang sangat potensial. Populasi ayam petelur tercatat mencapai 7.569.539 ekor dengan rata-rata produksi telur sekitar 5.917.100 kilogram per bulan. Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Kediri yang hanya sekitar 891.700 kilogram per bulan, wilayah ini mengalami surplus telur yang signifikan untuk menyokong kebutuhan nasional.
Saat ini, terdapat sekitar 60 peternak unggas skala besar di Kabupaten Kediri, sementara pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di sektor yang sama mencapai angka 2.800 orang. Sektor ini juga menjadi motor penggerak ekonomi dengan menyerap tenaga kerja antara 1.000 hingga 1.200 orang melalui jaringan anggota KPPUK.
“Anggota KPPUK saat ini sebarannya pasti masih tidak tersentralisasi. Ini perlu nanti dijadikan satu kawasan dan tahun 2026 ini dibuat kajiannya,” tegas Mas Dhito.
Ketua KPPUK, Eko Sanjoyo, menyambut baik dan mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Mas Dhito. Ia menegaskan bahwa sinergi antara peternak dan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui pendampingan DKPP selama ini telah berjalan dengan sangat baik.
“Kami berharap KPPUK dapat terus bersinergi dan mendukung program-program pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kediri secara luas,” pungkasnya.(*)











