ADAKITANEWS, Madiun – Menjelang masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memperkuat kesiapan sarana dan prasarana guna memastikan perjalanan kereta api yang aman dan lancar. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah inspeksi jalur menggunakan lori dresin mulai dari Stasiun Talun hingga Stasiun Tulungagung.
Kegiatan inspeksi tersebut dipimpin langsung oleh Vice President (VP) KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, bersama jajaran manajemen lintas unit. Tim ahli yang terlibat mencakup berbagai bidang, mulai dari Operasi, Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel), Bangunan Dinas (Bangdis), IT, Kesehatan, Angkutan Penumpang, Fasilitas Penumpang (Faspen), Jalan Rel dan Jembatan (JJ), tim pengamanan (PAM), Humas, hingga unit Quality Control.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa inspeksi dilakukan secara menyeluruh dengan berhenti di setiap stasiun sepanjang lintas Talun–Tulungagung untuk memverifikasi standar keselamatan dan pelayanan penumpang.
“Inspeksi ini adalah komitmen nyata kami untuk memastikan seluruh aset prasarana dalam kondisi prima. Kami ingin masyarakat yang mudik ke kampung halaman untuk berlebaran merasa aman dan nyaman saat melintasi wilayah Daop 7,” ujar Tohari di sela kegiatan inspeksi.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, tim melakukan pemeriksaan mendalam pada sejumlah aspek teknis penting. Di antaranya adalah kondisi prasarana jalur kereta api seperti wesel, sambungan rel, serta keandalan sistem persinyalan di setiap emplasemen stasiun.
Selain aspek teknis jalur, tim juga meninjau fasilitas pelayanan penumpang, termasuk kebersihan dan kenyamanan ruang tunggu, musala, toilet, serta fasilitas pendukung lainnya di stasiun. Pemeriksaan juga menyasar jembatan kereta api dan sistem drainase di sekitar jalur rel guna mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
Manajemen Daop 7 Madiun turut menekankan langkah mitigasi kepada para Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) di lapangan. Instruksi tersebut meliputi pembersihan jalur dari pohon yang berpotensi tumbang ke arah rel, pengecekan stabilitas jalur, termasuk kondisi batu balas dan alat penambat rel, pemetaan daerah rawan gangguan alam maupun teknis, serta identifikasi dini terhadap potensi hambatan operasional agar segera tertangani sesuai SOP.
“Dengan persiapan yang matang ini, KAI Daop 7 Madiun siap menyukseskan Angkutan Lebaran 2026. Kami berupaya memberikan pelayanan prima dan pengalaman perjalanan yang berkesan dengan mengutamakan keselamatan serta ketepatan waktu, sejalan dengan semangat ‘Semakin Melayani’,” tutup Tohari.(*)











