ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tingkat Kabupaten Kediri Tahun 2027. Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul pada Rabu (4/3/2026) ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan program percepatan penurunan stunting secara komprehensif dari tingkat desa hingga kabupaten.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, menegaskan bahwa mulai tahun 2026, penanganan stunting diperkuat dengan pendekatan bottom-up. Strategi ini mengedepankan perencanaan yang berbasis pada kebutuhan riil di lapangan, di mana desa berperan sebagai ujung tombak identifikasi kasus, kecamatan memperkuat koordinasi wilayah, dan pemerintah kabupaten memastikan kebijakan serta alokasi anggaran tepat sasaran.
Berdasarkan hasil Bulan Timbang pada Agustus 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Kediri tercatat berada pada angka 8,04 persen. Melalui intervensi yang lebih intensif, Pemerintah Kabupaten Kediri menetapkan target ambisius untuk menurunkan angka tersebut hingga mencapai 7 persen pada tahun 2026. Capaian ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Guna mendukung target tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri mendorong pemerataan program unggulan MBG 3B yang menyasar kelompok rentan, yaitu balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain itu, penguatan peran posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang anak terus ditingkatkan. Dalam kesempatan yang sama, diperkenalkan pula inovasi digital bernama SIGAP PENTING PKK sebagai mekanisme respons cepat terhadap temuan kasus baru stunting di desa agar penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan berbasis data real-time.
Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab lintas sektor yang membutuhkan sinergi kolektif. Oleh karena itu, Bupati Kediri turut mengajak dunia usaha untuk berperan aktif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) agar cakupan bantuan nutrisi dan infrastruktur sanitasi dapat menjangkau lebih banyak sasaran.
“Melalui Pra Musrenbang ini, diharapkan lahir perencanaan yang berbasis data, terukur, dan berdampak langsung pada percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kediri,” pungkas Dewi Mariya Ulfa saat membacakan sambutan bupati.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, TP PKK, Sekretaris Daerah, serta para kepala OPD dan camat se-Kabupaten Kediri sebagai wujud komitmen bersama menuju Kediri bebas stunting.(*)













