ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri terus mengakselerasi perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan guna menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Fokus utama perbaikan diarahkan pada penanganan titik-titik jalan berlubang, khususnya di jalur poros yang menjadi lintasan utama bagi para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Kediri.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Mas Dhito menargetkan seluruh penanganan lubang jalan di jalur-jalur strategis harus tuntas sebelum memasuki periode tujuh hari menjelang Lebaran (H-7). Upaya ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat selama masa angkutan Lebaran tidak terganggu oleh kendala infrastruktur.
Irwan menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pemeliharaan jalan di awal tahun 2026 adalah tingginya intensitas curah hujan. Meskipun perbaikan rutin menggunakan metode lapis penetrasi (lapen) telah dilakukan sejak Januari lalu, genangan air akibat drainase yang kurang optimal sering kali memicu kerusakan baru secara cepat. Menurutnya, aspal maupun beton sangat rentan mengalami pengelupasan jika tergenang air lebih dari enam jam, sehingga koordinasi tim di lapangan kini juga mencakup pembersihan saluran air.
Guna mencapai target tersebut, Dinas PUPR mengerahkan enam tim teknis yang disebar secara serentak ke berbagai titik kerusakan. Penanganan diprioritaskan pada ruas-ruas vital seperti jalur Gurah–Pagu hingga perbatasan Kabupaten Jombang, ruas Pare–Papar, serta jalur Wates menuju perbatasan Kota Kediri. Penggunaan material penambalan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, baik menggunakan metode lapen maupun aspal panas (hotmix), sementara penanganan reguler secara menyeluruh akan dilanjutkan kembali pasca-Hari Raya.
Hingga saat ini, sejumlah ruas yang telah berhasil ditangani antara lain jalur Mojokerep–Purwoasri, Kras–Kanigoro, Wates–Plosoklaten, hingga jalur Karangdinoyo–Puncu. Irwan menambahkan bahwa pengerjaan harian terus dilakukan secara bergilir, seperti pada ruas Pagu–Bogo dan Badas–Kunjang. Dengan percepatan ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap arus mudik dan balik tahun 2026 dapat berjalan lebih aman, lancar, dan memberikan pengalaman berkendara yang nyaman bagi masyarakat luas.(*)











