ADAKITANEWS, Kediri – Menjelang malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Panji Galuh Kota Kediri 2026, para finalis menerima pembekalan dasar pramuwisata sebagai salah satu materi utama pada masa karantina. Pembekalan tersebut diselenggarakan di salah satu hotel di Kota Kediri pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan guna memperluas wawasan serta mengasah keterampilan para peserta agar siap mengemban amanah sebagai duta pariwisata daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Bambang Priambodo mengutarakan bahwa materi kepramuwisataan dirancang untuk membentuk figur duta wisata yang berwawasan luas, profesional, mahir berkomunikasi, dan cakap dalam mempromosikan potensi lokal.
“Tujuan utama pembekalan dasar pramuwisata adalah memberikan pemahaman dan keterampilan dasar kepada peserta agar mampu menjadi duta pariwisata yang berwawasan, profesional, komunikatif, dan mampu mempromosikan potensi wisata daerah,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, aspek penting yang wajib dikuasai para finalis adalah penguasaan materi kepariwisataan secara komprehensif, khususnya seputar sejarah, kebudayaan, serta ragam destinasi unggulan Kota Kediri.
Di samping itu, para peserta dituntut menguasai teknik komunikasi publik yang efektif agar dapat menyajikan informasi menarik bagi masyarakat dan wisatawan.
“Kompetensi yang harus dimiliki peserta yakni pengetahuan kepariwisataan, khususnya mengenai potensi, budaya, sejarah, dan destinasi daerah, serta kemampuan komunikasi dan public speaking yang baik,” jelasnya.
Bambang juga menggarisbawahi pentingnya penerapan etika serta sikap profesional. Setiap duta wisata diharapkan memiliki karakter yang ramah, santun, disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab.
“Sikap dan etika profesional juga menjadi kompetensi yang penting, seperti ramah, percaya diri, disiplin, sopan, dan bertanggung jawab,” katanya.
Tidak hanya pembekalan luring, peserta turut diarahkan agar mampu memfasilitasi promosi pariwisata melalui media digital.
“Peserta juga diharapkan memiliki kemampuan mempromosikan pariwisata daerah, baik secara langsung maupun melalui media digital,” lanjut Bambang.
Sesi pembekalan menghadirkan narasumber Sekretaris DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Kediri Tri Hartoyo, S.Pd., yang memberikan pemaparan materi serta pemantapan wawasan lapangan.
Bambang berharap seluruh materi yang diserap selama karantina tidak cuma berguna pada ajang Pemilihan Panji Galuh, melainkan menjadi fondasi kuat saat mereka bertugas di lapangan.
“Dengan demikian, peserta diharapkan tidak hanya unggul dalam ajang Pemilihan Panji Galuh, tetapi juga mampu menjadi representasi dan promotor pariwisata daerah yang berkompeten serta berkarakter,” pungkasnya.(*)











