ADAKITANEWS, Kediri – Peringatan haul menjadi momentum berharga untuk mengenang perjuangan dan keteladanan ulama, sekaligus mendoakan serta menyerap keberkahan dari ilmu dan pengabdian yang telah diwariskan. Spirit tersebut terpancar dalam peringatan Haul ke-15 Almarhum Almaghfurlah KH. Imam Yahya Mahrus di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Lirboyo III Ngampel pada Jumat (7/8/2026).
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin hadir langsung dalam agenda tersebut. Bagi pimpinan daerah yang akrab disapa Gus Qowim ini, kehadiran dalam majelis haul merupakan bentuk takzim kepada Almaghfurlah KH. Imam Yahya Mahrus sekaligus ajang merawat silaturahmi dengan para ulama serta keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo.
Gus Qowim menyampaikan bahwa dirinya hadir mewakili Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Kediri. Pada kesempatan itu, ia memohon doa restu dari para masyayikh dan pengasuh pondok agar jajaran pemerintahan senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan dalam mengemban amanah.
“Saya hadir di sini untuk mewakili Wali Kota Kediri dan Pemerintah Kota Kediri untuk meminta doa restu kepada para Masyayikh dan keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo. Semoga dalam memimpin Kota Kediri, kami bisa mewujudkan Kota Kediri yang Mapan, kota yang maju, agamis, produktif, aman, dan yang ngangeni untuk kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.
Ia menaruh harapan besar agar untaian doa dan restu para ulama dapat menyokong langkah pimpinan daerah dalam merealisasikan program prioritas serta visi misi pembangunan Kota Kediri.
“Semoga atas doa restu para masyayikh, Mbak Vinanda dan saya dilindungi oleh Allah SWT, dan selalu mendapat hidayah, inayah, ma’unah saking Allah SWT,” tuturnya.
Di sela acara, Gus Qowim turut menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada keluarga besar Almaghfurlah KH. Imam Yahya Mahrus atas sambutan yang diberikan.
Ia menggarisbawahi bahwa silaturahmi yang terjalin dalam perhelatan haul menjadi pilar penting untuk memperkokoh keharmonisan antara pemerintah, kalangan ulama, lingkungan pesantren, dan masyarakat luas.(*)











