ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri menggelar rapat evaluasi rutin program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama lintas sektor, Senin (30/3/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Bappeda ini membahas optimalisasi layanan, sinkronisasi data penerima, hingga pengawasan kualitas pangan di lapangan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri, Ferry Djatmiko, menegaskan dukungan konkret pemerintah daerah melalui rencana pembangunan fasilitas pendukung baru.
Pemkot Kediri dijadwalkan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lahan aset daerah yang berlokasi di Kelurahan Lirboyo, Singonegaran, dan Tosaren.
“Pembangunan SPPG baru ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan program MBG berjalan maksimal di Kota Kediri,” ujar Ferry.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Kediri, Ian, meluruskan informasi mengenai besaran anggaran per porsi yang beredar di masyarakat.
Ian menjelaskan bahwa biaya bahan baku adalah Rp8.000 untuk porsi kecil (anak-anak) dan Rp10.000 untuk porsi besar (dewasa), bukan Rp15.000.
Guna mencegah penyimpangan, BGN juga menggandeng Kejaksaan Agung untuk memperketat pengawasan anggaran serta memastikan kualitas pangan tepat sasaran.
Dari sisi kesehatan, Dinas Kesehatan melaporkan bahwa 44 dari total 51 SPPG di Kota Kediri telah mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).
Tujuh SPPG sisanya saat ini sedang dalam tahap percepatan inspeksi kesehatan lingkungan yang ditargetkan rampung pada awal April 2026.
Dinas Kominfo juga terus melakukan pembaruan data penerima manfaat berbasis nama dan alamat melalui koordinasi bersama kader di tiap kelurahan.
Aspek keamanan pangan turut diperhatikan oleh DKPP yang memastikan hasil uji laboratorium pada bahan baku makanan sejauh ini bebas dari kandungan berbahaya.
Selain itu, DLHKP mulai mengintensifkan monitoring pengelolaan limbah di setiap titik SPPG untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Dinkop UMTK juga telah menyiapkan program pelatihan bagi penjamah makanan tahun ini guna menjamin standar kualitas layanan gizi yang tinggi.
Melalui evaluasi berkala ini, Pemkot Kediri optimistis program MBG dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat secara luas.(*)













