ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatatkan capaian impresif dengan realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp1,66 triliun. Investasi tersebut tersebar di 23 sektor usaha dengan total 9.817 unit usaha dan berhasil menyerap sebanyak 23.468 tenaga kerja lokal.
Kepala DPMPTSP Kota Kediri, Edi Darmasto, memaparkan data tersebut dalam sesi podcast di kanal YouTube Pemkot Kediri, Rabu (4/3/2026). Ia menjelaskan bahwa kontribusi terbesar berasal dari pelaku usaha yang tertib menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
“Kontribusi investasi terbesar berasal dari pelaku usaha yang melaporkan LKPM dengan nilai Rp1,035 triliun atau sekitar 62 persen,” ujar Edi.
Di sisi lain, sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) juga memegang peran vital terhadap penguatan ekonomi daerah. Nilai investasi dari sektor UMK tercatat menyentuh angka Rp627,6 miliar atau sekitar 38 persen, yang sekaligus mendominasi jumlah unit usaha serta penyerapan tenaga kerja di Kota Kediri.
Edi merinci, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang investasi tertinggi sepanjang 2025. Posisi berikutnya ditempati oleh sektor perdagangan dan reparasi, perumahan kawasan industri dan perkantoran, jasa lainnya, serta sektor hotel dan restoran.
“Sektor dengan investasi terbesar paling tinggi dari transportasi, gudang dan telekomunikasi, kedua perdagangan dan reparasi, ketiga perumahan, kawasan industri dan perkantoran, keempat jasa lainnya, dan kelima hotel dan restoran,” jelasnya.
Struktur investasi di Kota Kediri pada tahun 2025 menunjukkan keseimbangan antara sektor jasa, perdagangan, transportasi, dan properti. Jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencatatkan angka Rp1,54 triliun, realisasi investasi tahun ini mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 7,57 persen.
Menurut Edi, kenaikan ini didorong oleh sektor perumahan dan kawasan industri yang tumbuh Rp187,5 miliar, serta sektor transportasi dan telekomunikasi yang naik Rp82,7 miliar. Proyek strategis nasional seperti pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung yang menjadi akses utama menuju Bandara Dhoho juga menjadi magnet kuat bagi para investor.
Guna menjaga tren positif ini, Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan berbagai strategi, mulai dari penyederhanaan perizinan, pelayanan proaktif, hingga penyediaan data peluang investasi yang komprehensif.
“Pemkot Kediri juga menyiapkan iklim usaha yang kondusif, membangun zona integritas dari predikat Wilayah Bebas Korupsi menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, serta menjalankan enam kebijakan mutu sesuai ISO 9001:2015,” terangnya.
Menatap tahun 2026, Pemerintah Kota Kediri mematok target investasi sebesar Rp1,6 triliun. Fokus utama akan diarahkan pada sektor Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) guna mendukung program unggulan Kediri City Tourism (D’CITO), disamping penguatan pada sektor logistik dan perdagangan.
“Kami optimis target investasi Kota Kediri tahun 2026 sebesar Rp1,6 triliun bisa tercapai,” pungkas Edi.(*)











