ADAKITANEWS, Jombang – Sektor kerajinan dan ekonomi kreatif di Kabupaten Jombang memasuki babak baru. Hal ini ditandai dengan pelantikan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang Masa Bakti 2025–2030 yang berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Jombang.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, jajaran Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan penting lainnya.
Momentum ini menjadi penegas komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dalam mendorong perajin lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Dekranasda diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam penguatan UMKM dan ekonomi kreatif di daerah.
Dalam arahannya, Arumi Bachsin Emil Dardak mengapresiasi kesiapan Jombang dalam membina sektor kerajinan. Ia menekankan bahwa keterlibatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kepengurusan bukanlah beban, melainkan penguat program pembangunan.
“Ngurusin Dekranasda itu tidak menambah beban. Justru ini adalah motor penggerak program Bapak/Ibu sekalian. Dengan kehadiran Ibu Ketua Dekranasda sebagai public figure, dampaknya akan jauh lebih besar bagi kepercayaan masyarakat terhadap program UMKM,” ujar Arumi.
Ketua Dekranasda Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menjelaskan bahwa struktur kepengurusan periode ini dirancang secara profesional dan inklusif. Sinergi lintas sektor diperkuat dengan melibatkan berbagai instansi, mulai dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Bapperida, Disporapar, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
“Fokus kami adalah memastikan karya perajin Jombang memiliki nilai jual tinggi dan dihargai di pasar luas. Dekranasda harus menjadi wadah kolaborasi yang solid,” tegas Yuliati.
Sebagai langkah konkret, Dekranasda Jombang telah menyiapkan serangkaian program strategis. Beberapa di antaranya meliputi Program Bapak Asuh untuk klaster usaha, penyusunan katalog resmi suvenir Pemkab Jombang, hingga penguatan marketplace lokal. Selain itu, terdapat rencana kerja sama dengan agen travel religi guna mengarahkan peziarah Makam Gus Dur untuk berkunjung ke galeri Dekranasda.
Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Salmanudin, saat membacakan sambutan Bupati, menginstruksikan agar Dekranasda bergerak cepat menyelaraskan program dengan prioritas pembangunan 2026, khususnya program “1 Dusun 1 Wirausaha Baru (WUB)”.
“Dekranasda harus bersinergi dengan program WUB. Kita punya klaster potensial seperti sarung goyor dan olahan pangan yang perlu didorong agar naik kelas,” ungkapnya.
Salmanudin juga menyoroti pentingnya kurasi kualitas produk, mulai dari aspek pengemasan hingga branding, agar produk lokal layak menjadi oleh-oleh unggulan. Ia juga mendorong percepatan penerapan sistem pembayaran nontunai (QRIS) serta perluasan akses pasar digital.
Melalui kepengurusan baru yang visioner ini, Dekranasda Kabupaten Jombang diharapkan mampu menjadi lokomotif penguatan ekonomi kreatif yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing perajin serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.(*)












