ADAKITANEWS, Kediri – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan kualitas hidup warganya. Pada Rabu (11/2/2026), kegiatan nonfisik diisi dengan pelatihan tata boga yang difokuskan pada edukasi gizi sebagai langkah konkret pencegahan stunting di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu.
Pelatihan yang bertempat di rumah Kepala Dusun Gadungan Barat, Dusun Kapasan ini, mengajak warga untuk mengolah menu kekinian namun padat nutrisi, yaitu dimsum dan chicken popcorn. Pemilihan menu ini bukan tanpa alasan; bahan dasar ayam dan udang dikenal memiliki kandungan protein tinggi yang sangat krusial bagi tumbuh kembang anak.
Narasumber dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri, Muhammad Ilham, menjelaskan bahwa tujuannya adalah memberikan alternatif makanan bergizi yang disukai anak-anak agar mereka tidak jajan sembarangan.
“Protein dari ayam dan udang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan anak dan membantu menekan risiko stunting,” papar Ilham di sela-sela kegiatan.
Meskipun panduan resep berasal dari LPK Disnaker, Ilham memberikan keleluasaan bagi ibu-ibu peserta untuk berkreasi dan melakukan inovasi rasa sesuai selera keluarga masing-masing, selama prinsip gizi seimbang dan kebersihan tetap terjaga.
Suasana pelatihan terpantau sangat interaktif. Para peserta, yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga, terlibat langsung mulai dari proses pencincangan bahan hingga teknik pengukusan yang benar. Antusiasme terpancar jelas, salah satunya dari Lenawati, warga Dusun Jatirejo.
“Selain bisa berkumpul, saya juga mendapat pengetahuan baru tentang menu bergizi. Baru pertama kali memasak makanan seperti ini,” ujar Lenawati dengan nada bangga.
Rangkaian program nonfisik TMMD ke-127 ini merupakan komitmen Kodim 0809/Kediri dalam memberdayakan masyarakat secara menyeluruh. Melalui edukasi gizi ini, diharapkan kesadaran warga Desa Gadungan akan pentingnya asupan makanan berkualitas meningkat, sehingga mampu menciptakan fondasi kesehatan keluarga yang lebih kuat demi masa depan desa yang lebih cerah.(*)












