ADAKITANEWS, Jombang – Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin menghadiri kegiatan Ngopi Bareng sekaligus Halal Bihalal Keluarga Besar Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ), Rabu (8/4/2026) malam.
Acara yang mempertemukan berbagai elemen lintas etnis, agama, dan budaya ini digelar dengan suasana penuh keakraban di Pondok Pesantren Babussalam, Mojoagung.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Wabup tersebut menyampaikan ucapan selamat Idulfitri serta permohonan maaf lahir batin kepada seluruh anggota FKMJ.
Gus Wabup berharap nilai-nilai kesabaran dan kebaikan selama bulan suci Ramadan dapat diimplementasikan sebagai modal sosial dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan apresiasi tinggi kepada FKMJ atas perannya yang konsisten menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku dan agama.
“Selama ini kita dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai. Keharmonisan ini harus terus kita jaga bersama,” ujar Gus Wabup di hadapan tokoh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa stabilitas daerah merupakan fondasi penting bagi pembangunan, sehingga tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi munculnya konflik atau perpecahan.
Gus Wabup juga mengajak FKMJ untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menangkal berbagai isu disinformasi yang berkembang di media sosial maupun lingkungan warga.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara organisasi masyarakat dan pemerintah dapat mencegah hoaks yang berpotensi menghambat pelaksanaan program pembangunan daerah.
“Mari kita bangun sinergi untuk menghindari disinformasi demi kelancaran pembangunan di Kabupaten Jombang,” imbuhnya kepada keluarga besar FKMJ.
Ketua FKMJ, Achmad Suudi, menyatakan komitmen organisasi untuk terus memupuk semangat persaudaraan tanpa memandang latar belakang perbedaan keyakinan maupun suku.
Pertemuan lintas tokoh ini juga dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Babussalam, Sa’durrohim Yazid, serta jajaran Forkopimcam Mojoagung untuk memperkuat silaturahmi formal dan informal.
Acara Ngopi Bareng ini diakhiri dengan doa bersama agar Kabupaten Jombang senantiasa berada dalam kondisi yang aman, guyub rukun, dan kondusif.
Melalui momentum ini, Pemerintah Daerah berharap FKMJ tetap menjadi motor penggerak toleransi yang aktif di tingkat akar rumput hingga pelosok desa.
Sinergi yang kuat antara umara, ulama, dan tokoh lintas etnis diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan sosial di Kota Santri.(*)











