ADAKITANEWS, Jombang – PCNU Kabupaten Jombang resmi mengoperasikan Gedung Serbaguna baru di Jalan Raya Mojoagung No. 91, Gambiran, Rabu (8/4/2026).
Peresmian gedung megah ini dilakukan bersamaan dengan pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Jombang yang dihadiri tokoh nasional dan daerah.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin, serta Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang Fahmi Amrullah Hadziq.
Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, berharap fasilitas baru ini dapat menjadi pusat kegiatan yang membawa keberkahan dan manfaat luas bagi kemaslahatan umat.
“Gedung ini harus menjadi tempat yang mengakomodasi seluruh kegiatan warga Nahdliyin demi kemajuan bersama di Kabupaten Jombang,” ujar Salmanudin.
Muskercab II tahun ini mengusung tema penguatan silaturahmi dan sinergi guna mewujudkan kemandirian NU dalam memasuki abad kedua organisasi tersebut.
Forum strategis ini menjadi wadah evaluasi penting untuk menyusun program kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan ekonomi dan sosial warga.
Sementara itu, Wagub Jatim Emil Dardak menyoroti posisi strategis Jombang sebagai motor pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang didukung infrastruktur tol.
Emil mengungkapkan bahwa Jawa Timur berhasil menekan angka kemiskinan hingga satu digit, yakni 9,3 persen, berkat stabilitas yang dijaga keluarga besar NU.
“Pencapaian ekonomi kita tidak lepas dari sumbangsih keluarga besar NU yang terus menjaga produktivitas di akar rumput,” jelas Emil Dardak.
Emil juga mengajak warga Nahdliyin untuk mendoakan kelancaran ibadah haji tahun ini di tengah tantangan dinamika situasi geopolitik global.
Kehadiran gedung baru ini diharapkan semakin memperkokoh peran Jombang sebagai Kota Santri yang tetap modern, mandiri, dan inklusif.
Gedung Serbaguna PCNU Jombang di Mojoagung diproyeksikan menjadi pusat aktivitas intelektual serta sosial bagi ribuan jemaah di wilayah tersebut.
Acara peresmian yang berlangsung dalam suasana Syawal ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi halal bihalal ribuan warga Nahdliyin.
Sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas serta percepatan pembangunan di Jawa Timur.(*)











