ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun memohon maaf atas keterlambatan sejumlah kereta api jarak jauh dari arah Jakarta yang tiba di wilayahnya.
Kondisi ini merupakan dampak dari anjloknya KA 161 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen di wilayah Bumiayu, Daop 5 Purwokerto, Senin (6/4/2026).
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan.
“Kami memohon maaf atas keterlambatan ini dan berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan operasional demi pelayanan terbaik,” ujar Tohari, Selasa (7/4/2026).
Tercatat delapan kereta api mengalami keterlambatan signifikan, dengan durasi terlama dialami KA Gaya Baru Malam Selatan yang mencapai 316 menit.
Kereta lain yang terdampak antara lain KA Bangunkarta (136 menit), KA Brawijaya (168 menit), KA Bima (127 menit), hingga KA Gajayana (95 menit).
Keterlambatan juga dialami KA Majapahit selama 125 menit, KA Brantas 63 menit, serta KA Jayakarta dengan durasi keterlambatan 43 menit.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI telah menyalurkan kompensasi berupa service recovery kepada seluruh pelanggan terdampak sesuai aturan yang berlaku.
Meski kedatangan dari Jakarta terhambat, KAI memastikan operasional keberangkatan kereta api dari stasiun di wilayah Daop 7 tetap berjalan normal.
Lima perjalanan utama seperti KA Madiun Jaya, KA Singasari, dan KA Kahuripan dipastikan berangkat tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan.
Termasuk KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen dan KA Brantas relasi Blitar–Pasar Senen yang tetap beroperasi secara reguler tanpa kendala keberangkatan.
Tohari menyampaikan terima kasih atas kesabaran para pelanggan dalam menghadapi situasi gangguan operasional akibat insiden di lintas Bumiayu tersebut.
KAI terus melakukan pemantauan intensif terhadap arus perjalanan guna memastikan ketepatan waktu kembali normal dalam waktu singkat.
Aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian operasional perjalanan kereta api jarak jauh.
Pelanggan diimbau untuk tetap memantau posisi rangkaian kereta secara real-time melalui aplikasi Access by KAI untuk update informasi terkini.(*)













