ADAKITANEWS, Surabaya – Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur sukses menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2026 pada Minggu (5/4/2026).
Ajang bergengsi ini menjadi tonggak sejarah transformasi permainan tradisional domino menjadi cabang olahraga prestasi yang profesional.
Ketua Umum ORADO Jatim, Mahenda Abdillah Kamil, menyebutkan kompetisi ini diikuti oleh tim kelas senior dan tim kelas junior (14-18 tahun).
Seluruh peserta merupakan atlet pilihan hasil seleksi ketat dari 38 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Fokus utama kami adalah melahirkan atlet terbaik untuk mewakili Jawa Timur di ajang Kejurnas Jakarta, 24–26 April mendatang,” ungkap Mahenda dikutip dari tribunnews.com.
Para pemenang Kejurprov akan langsung menjalani training camp (TC) intensif selama tiga hari di Surabaya guna mematangkan strategi bertanding.
Mahenda menegaskan bahwa domino kini mengandalkan ketangkasan berpikir, strategi, fisik, serta kedisiplinan tinggi layaknya cabang olahraga lainnya.
Humas PB ORADO, Jhon LBF, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kejuaraan yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan dan karier para atlet.
Jhon LBF bertekad menjadikan ORADO sebagai standar baru olahraga bergengsi yang mendapatkan dukungan penuh dari negara dan instansi terkait.
Dukungan kuat juga datang dari KONI Jawa Timur yang mengapresiasi perkembangan pesat kepengurusan ORADO di tingkat kabupaten/kota.
Wakil Ketua KONI Jatim, Zainal Arifin, berharap domino segera menjadi anggota resmi dan dapat dipertandingkan pada Porprov Jatim Juni 2027.
Zainal juga mendorong agar turnamen domino ke depan dapat dikolaborasikan dengan sektor sport tourism di berbagai daerah di Jawa Timur.
Melalui Kejurprov ini, paradigma masyarakat terhadap domino diharapkan berubah menjadi pandangan positif terhadap olahraga asah otak yang kompetitif.
ORADO Jatim optimistis kontingen Jawa Timur mampu menyabet medali emas dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional tahun ini.
Sinergi antara pengurus, atlet, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem olahraga domino yang sehat dan berprestasi.(*)













