UMAT Islam tidak asing dengan berbagai nasihat dan anjuran untuk meningkatkan kualitas ibadah di akhir bulan Ramadan. Hal ini dikarenakan pada pengujung Ramadan terdapat sebuah momen istimewa, yakni malam yang memiliki kemuliaan dengan pahala lebih dari seribu bulan.
Momen tersebut adalah malam lailatulqadar yang selalu dinanti oleh seluruh umat Muslim. Waktu terjadinya malam yang memiliki keutamaan khairun min alfi syahr ini dirahasiakan oleh Allah swt. untuk menguji keikhlasan hamba-Nya dalam beribadah. Namun, Rasulullah saw. memberikan isyarat bahwa tanda-tanda terjadinya malam tersebut ada pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah ra.:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَت: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ، أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Artinya: “Dari Aisyah ra. berkata, Rasulullah saw. (ketika) memasuki sepuluh terakhir Ramadan, beliau menghidupkan malam itu, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.”
Sebagai hamba, sudah seharusnya kita mencari bekal untuk kehidupan akhirat kelak. Memperbanyak ibadah di malam mulia ini sangat dianjurkan untuk menunjukkan sikap kehambaan kita. Setidaknya, ada lima amalan utama agar kita dapat meraih keistimewaan Lailatulqadar:
1. Menunaikan Salat Sunah dengan Istikamah
Sangat dianjurkan untuk menjaga salat sunah yang khas pada malam Ramadan, yaitu salat tarawih dan witir. Selain itu, hendaknya kita bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan salat tahajud, salat tasbih, serta salat hajat sebelum waktu sahur. Tentu saja, hal ini harus dibarengi dengan mengutamakan salat fardu secara berjamaah.
2. Memperbanyak Zikir dan Doa Pengampunan
Amalan ini dapat mengantarkan kita meraih keutamaan Lailatulqadar. Doa yang diajarkan Nabi saw. adalah:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pemaaf (dan) Maha Mulia, Engkau menyukai ampunan, maka maafkanlah (ampunilah) aku.”
3. Meningkatkan Semangat Iktikaf
Iktikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat ibadah tertentu. Rasulullah saw. senantiasa melakukan hal ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah ra.:
عَنْ عَائِشَة كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya: “Dari Aisyah ra., ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga Allah Aza wa Jala mewafatkan beliau.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
4. Bersedekah dengan Ikhlas
Umat Islam sangat dianjurkan untuk saling membantu, terutama di bulan penuh berkah ini. Rasulullah saw. memberikan teladan mengenai keutamaan sedekah pada bulan ini:
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةُ رَمَضَانَ
Artinya: “Dari Anas ra. ia berkata, bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya: ‘Sedekah apakah yang paling utama?’ Beliau menjawab: ‘Sedekah di bulan Ramadan’.” (HR Al-Baihaqi).
5. Memperbanyak Membaca Alquran
Dengan memperbanyak membaca Alquran secara baik dan benar (tartil), Allah swt. akan melipatgandakan pahala kita. Tadarus Alquran merupakan salah satu ciri khas ibadah di bulan Ramadan yang paling utama.
Semoga kita semua meraih keberkahan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan mendapatkan anugerah malam Lailatulqadar. Amin.
Oleh: Gus M Ubaidillah Asyfa’i – Tulungagung











