ADAKITANEWS, Kediri – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri menyiapkan uang layak edar sebesar Rp5,3 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang baru menjelang Lebaran 2026. Alokasi ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4,9 triliun. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan uang tunai bagi masyarakat di wilayah kerja BI Kediri selama momentum Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat, menjelaskan bahwa penambahan kuota tersebut merupakan langkah antisipatif terhadap meningkatnya permintaan uang pecahan kecil. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah yang positif turut mendorong aktivitas konsumsi masyarakat, yang berimplikasi pada tingginya kebutuhan uang tunai untuk tradisi berbagi pada hari raya.
“Penyediaan tahun ini sebesar Rp5,3 triliun, naik dari tahun lalu Rp4,9 triliun. Salah satu faktor kenaikan ini karena pertumbuhan ekonomi yang juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan uang tunai masyarakat,” ujar Yayat Sabtu (7/3/2026).
Ia berharap ketersediaan modal kerja tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dan menjamin kelancaran sistem pembayaran di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Layanan penukaran uang ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian Bazar Pangan Ramadan 2026 yang digelar di GOR Jayabaya pada 7–8 Maret 2026. Selain penukaran uang, kegiatan ini mengintegrasikan berbagai layanan publik, mulai dari pembayaran zakat dan infak, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) secara nontunai melalui QRIS, layanan administrasi kependudukan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengapresiasi sinergi lintas instansi tersebut sebagai upaya nyata pemerintah dalam memberikan kemudahan pelayanan bagi warga di satu lokasi.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia Kediri, Pemerintah Kota Kediri, TPID, OPD, dan Bulog untuk memberikan layanan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan,” ungkap Mbak Wali.
Dalam bazar tersebut, pemerintah juga menyediakan 1.500 paket sembako murah seharga Rp90 ribu yang berisi beras premium, minyak goreng, dan gula pasir.
Masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang baru diwajibkan mengikuti prosedur pendaftaran melalui sistem digital. Umi Nadyaturrifa, seorang warga asal Desa Bulawen, Kecamatan Banyakan, menceritakan pengalamannya menukarkan uang senilai Rp2,8 juta setelah mendaftar melalui situs pintar.bi.go.id.
“Saya daftar dulu lewat website, kemudian mendapat nomor register untuk penukaran di sini (GOR Jayabaya,red). Tahun-tahun sebelumnya menukar di bank, tapi tahun ini langsung melalui BI,” katanya.
Melalui skema pendaftaran daring ini, BI Kediri berharap proses distribusi uang baru dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.(*)











