ADAKITANEWS, Kediri – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri yang juga Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, M. Hadi Setiawan atau yang akrab disapa Cak Hadi, menggelar kegiatan safari Ramadan dan bazar pakaian layak pakai di Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (7/3/2026) sore. Desa yang terletak di kawasan lereng Gunung Wilis tersebut menjadi lokasi pilihan untuk berbuka puasa bersama lebih dari 100 warga, tokoh masyarakat, guru, hingga anak yatim.
Dalam kunjungan tersebut, Cak Hadi tidak hanya membawa bantuan sosial berupa paket sembako dan sarung, tetapi juga menyalurkan pakaian layak pakai yang menjadi rebutan warga. Kepala Desa Petungroto, Dariono, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan Cak Hadi menempuh perjalanan jauh demi menemui warga di wilayah pegunungan. Dariono mengungkapkan bahwa kehadiran wakil rakyat secara langsung sangat dibutuhkan untuk mendengar keluhan masyarakat yang selama ini merasa kurang mendapatkan perhatian.
“Kami berterima kasih sekali karena hari ini Cak Hadi hadir di tengah-tengah kami, buka puasa bersama, memberikan paket sembako, sarung, dan juga menawarkan beberapa program yang sangat kami butuhkan ke depannya,” ujar Dariono.
Persoalan infrastruktur menjadi keluhan utama yang disampaikan warga. Dariono memaparkan kondisi jalan desa sepanjang 3 kilometer yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan. Jalan yang semula memiliki lebar 3 meter kini menyempit menjadi 2 meter dengan kondisi yang memprihatinkan. Hal ini menghambat mobilitas warga, termasuk para guru MA Ma’arif yang harus berjuang ekstra untuk mencapai lokasi mengajar.
“Kami juga meminta tolong soal jalan di Desa Petungroto yang puluhan tahun tidak pernah diperbaiki. Proposal sudah sering diajukan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Kami berharap tahun ini bisa terealisasi,” tegasnya.
Selain infrastruktur, sektor pertanian dan peternakan di Petungroto juga sedang mengalami krisis. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) telah menyebabkan ratusan sapi milik warga mati. Sementara di sektor perkebunan, tanaman cengkeh yang menjadi andalan warga terserang jamur yang mematikan. Warga berharap adanya bantuan berupa Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), bantuan benih, serta pendampingan untuk kelompok tani dan peternak.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Cak Hadi menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi warga Petungroto ke tingkat pemerintah daerah maupun provinsi. Ia juga menyoroti potensi wisata sejarah seperti situs Panji Laras yang perlu dikembangkan untuk mendongkrak ekonomi lokal.
“Tadi kami bertemu langsung dengan masyarakat di lereng Gunung Wilis untuk mendengar keluhan mereka. Salah satunya soal kondisi jalan yang memang saya rasa cukup parah,” kata Cak Hadi.
Ia menambahkan bahwa keluhan tersebut akan diteruskan sebagai laporan resmi kepada dinas terkait agar menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Kediri.
Di akhir kegiatan, Cak Hadi memberikan santunan tambahan kepada para guru honorer di desa tersebut setelah mengetahui honor mereka yang hanya berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin sosial DPD Golkar Kabupaten Kediri selama bulan suci.
“Kali ini kami ingin suasana baru, berbuka puasa bersama masyarakat di lereng Gunung Wilis. Perjalanan dari kantor DPD di Ngasem ke Desa Petungroto sekitar satu setengah jam,” tuturnya.
Cak Hadi berharap bantuan dan program yang diusulkan dapat segera terealisasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pelosok Kediri.(*)











