ADAKITANEWS, Kediri – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri, Yayat Cadarajat, meninjau langsung pelaksanaan Bazar Pangan Ramadan bertajuk “Sinergi Pangan Murah, Masyarakat Sumringah, Inflasi Kediri Terkendali” di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Kediri ini berlangsung selama dua hari, 7–8 Maret 2026, sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat.
Bazar Pangan Ramadan ini diselenggarakan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, khususnya selama bulan suci hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam tinjauan tersebut, Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Wali juga secara spontan membagikan paket sembako gratis kepada warga yang mampu menjawab pertanyaan edukatif seputar kegiatan tersebut, menambah antusiasme masyarakat yang sedang mengantre.
Mbak Wali menjelaskan bahwa tren kenaikan harga kebutuhan pokok biasanya mulai terjadi pada pertengahan Ramadan akibat lonjakan permintaan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam intervensi pasar. Selain bazar ini, Pemerintah Kota Kediri juga secara paralel menjalankan Operasi Pasar Murni (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dijadwalkan berlangsung hingga 13 Maret mendatang.
“Harapannya masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok. Apalagi baik di bazar pangan Ramadan, OPM, dan GPM harga komoditas yang dijual juga sangat terjangkau. Saya juga mengimbau agar masyarakat belanja sesuai dengan kebutuhannya,” jelas Vinanda saat memberikan keterangan di lokasi bazar.
Dalam bazar ini, Bank Indonesia Kediri menyediakan 1.500 paket sembako murah seharga Rp90.000, yang terdiri dari 5 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Harga tersebut dipastikan jauh di bawah harga pasar.
“Kalau di pasar tentu tidak bisa mendapatkan harga seperti itu. Bahkan untuk telur yang dijual di bazar ini juga menggunakan harga distributor, sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga yang lebih murah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat, menuturkan bahwa Bazar Pangan Ramadan merupakan instrumen penting dalam pengendalian inflasi di wilayah Kediri dan sekitarnya. Fokus utama program ini adalah penguatan stabilitas pasokan serta peningkatan keterjangkauan daya beli masyarakat. Yayat menekankan bahwa kolaborasi antarinstansi sangat krusial untuk menjaga kelancaran distribusi serta keseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar.
“Harapan kami, melalui kegiatan Bazar Pangan Ramadan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas dengan harga yang lebih terjangkau. Sehingga dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah,” ujar Yayat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri atas komitmen aktifnya dalam program pengendalian inflasi daerah yang berkelanjutan.
Selain penjualan sembako, Bazar Pangan Ramadan ini juga mengintegrasikan berbagai layanan publik terpadu. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan penukaran uang rupiah baru, pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan PBB, layanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga layanan zakat dan infak. Integrasi layanan ini diharapkan memberikan kemudahan akses bagi warga Kota Kediri dalam satu lokasi sekaligus mendorong perputaran ekonomi melalui bazar produk UMKM lokal.(*)











