ADAKITANEWS, Kediri – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menghadiri pembukaan kegiatan Pondok Ramadan yang diselenggarakan oleh TP PKK Kota Kediri di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Rabu (4/3/2026). Agenda tersebut diawali dengan penyerahan santunan kepada ibu hamil risiko tinggi dan diisi dengan tausiyah oleh Ahmad Faris Idrisa.
Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali ini menegaskan bahwa Ramadan mengajarkan esensi penting mengenai cara memberi makna dalam setiap kesempatan hidup.
“Ramadan selalu mengajarkan hal penting bahwa hidup bukan hanya tentang menjalani hari demi hari, tetapi tentang bagaimana kita memberi makna pada setiap kesempatan yang Allah titipkan kepada kita,” ujar Vinanda.
Ia menambahkan bahwa karakter kebaikan tidak muncul secara instan, melainkan tumbuh dari kebiasaan sederhana, kesabaran, kepedulian, serta untaian doa yang bernilai di hadapan Allah SWT.
“Maka tema Pondok Ramadan TP PKK Kota Kediri tahun ini yakni Mengukir Kebaikan, Menggapai Keberkahan sangat relevan. Semoga dengan kegiatan ini, bisa menjadi penyemangat kita untuk terus berbuat kebaikan melalui berbagai tugas yang diemban, dan insya Allah akan ada banyak keberkahan yang didapat,” ungkapnya.
Vinanda juga menggarisbawahi peran strategis PKK sebagai motor penggerak pembangunan yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan investasi, tetapi juga dari ketahanan rumah tangga, terutama dalam pemenuhan gizi.
Ia mengajak para ibu untuk memastikan kecukupan nutrisi anak, memantau kesehatan ibu hamil, serta konsisten menerapkan pola hidup sehat. Momentum Ramadan, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat disiplin dan kepedulian terhadap kesehatan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota turut mengapresiasi kolaborasi antara TP PKK Kota Kediri dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri. Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk menyelaraskan program kerja, khususnya pada Pokja I terkait program Pencegahan Perkawinan Anak.
Ketua TP PKK Kota Kediri, Faiqoh A.M. Qowimuddin, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut akan difokuskan pada pemberian edukasi mengenai risiko kesehatan, dampak sosial, hingga aspek hukum dari pernikahan usia dini.
“Kami harap setelah penandatanganan ini PKK dan Kemenag dapat mengatasi isu terkait pernikahan anak,” jelas Faiqoh.
Vinanda optimistis bahwa kolaborasi lintas organisasi antara TP PKK, Kemenag, Dharma Wanita, MTIPHI, dan GOW akan memperkuat gerakan sosial di Kota Kediri, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masa depan generasi muda.(*)











