ADAKITANEWS, Kediri – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Kabupaten Kediri terus menunjukkan dampak positif yang menyentuh berbagai sektor, termasuk pendidikan. Di tengah suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, personel Satgas TMMD melakukan aksi pengecatan sejumlah bangunan sekolah di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Kediri dan TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0809/Kediri untuk mempercepat pembangunan desa. Pengecatan ini bertujuan untuk memberikan penyegaran pada sarana prasarana sekolah agar tercipta lingkungan belajar yang lebih representatif dan nyaman bagi para siswa.
Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-127 dari Brigif 16 Wira Yudha, Sunarno, menegaskan bahwa sasaran program ini tidak membedakan antara sekolah negeri maupun swasta. Selama fasilitas tersebut mendukung kepentingan publik dan pendidikan masyarakat desa, Satgas siap memberikan bantuan perbaikan.
“Kami ingin memastikan bahwa fasilitas pendidikan di desa ini bisa lebih baik, baik itu sekolah negeri maupun swasta, sehingga para siswa dapat belajar dengan nyaman,” jelas Sunarno di sela kegiatan.
Salah satu lembaga pendidikan yang mendapatkan manfaat adalah MI Al Munir Kediri. Kepala MI Al Munir, Triono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Ia mengaku sempat ragu apakah sekolah swasta yang dipimpinnya akan tersentuh oleh program TMMD yang biasanya identik dengan proyek infrastruktur besar.
“Awalnya kami mengira program pengecatan ini hanya menyasar sekolah-sekolah besar atau sekolah negeri saja. Ternyata sekolah swasta seperti kami juga mendapat perhatian dari Satgas TMMD,” ungkap Triono dengan nada haru.
Menurut Triono, perubahan warna cat yang kini lebih bersih dan rapi memberikan dampak psikologis yang positif bagi ekosistem sekolah. Ia optimistis lingkungan yang lebih asri akan memicu semangat belajar siswa setelah masa libur atau saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
TMMD ke-127 di Desa Gadungan membuktikan bahwa pembangunan desa yang sesungguhnya adalah sinergi antara infrastruktur fisik yang kokoh dan dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui fasilitas pendidikan yang layak.(*)











