ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyambut baik penyaluran bantuan 200 unit becak listrik bagi para pengayuh becak di wilayah setempat. Bantuan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut didistribusikan melalui Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dan diserahkan secara simbolis di Convention Hall Kabupaten Kediri, Selasa (24/2/2026).
Program inovatif ini menjadi solusi konkret bagi pekerja sektor informal, terutama para pengayuh becak yang telah berusia 55 tahun ke atas. Selain mereduksi beban fisik yang selama ini mengandalkan tenaga manual, penggunaan teknologi listrik ini diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas dan pendapatan masyarakat melalui moda transportasi yang modern serta bebas emisi.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, yang hadir mewakili Bupati Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan apresiasi mendalam atas atensi pemerintah pusat. Ia menilai bantuan ini sangat tepat sasaran mengingat mayoritas pengayuh becak di Kediri sudah memasuki usia lanjut.
“Kami mewakili pemerintah daerah dan masyarakat tentu sangat berterima kasih. Becak listrik ini kualitasnya bagus, ringan digunakan, dan sangat membantu para pengayuh dalam bekerja sehari-hari,” tutur Dewi.
Sebagai langkah sinkronisasi, Pemkab Kediri berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan melalui instansi terkait. Salah satu poin krusial adalah koordinasi dengan pihak PLN untuk menyediakan titik pengisian daya (charging station) di lokasi-lokasi strategis.
“Kami akan mengoordinasikan penyediaan tempat pengisian daya. Harapannya para pengayuh bisa mengisi daya dengan mudah sehingga operasionalnya lancar,” jelas Wakil Bupati.
Di sisi lain, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha GSN, Firman Dahlan, memaparkan bahwa distribusi becak listrik secara nasional telah menjangkau berbagai wilayah mulai dari Jawa Barat hingga Banten dengan total mencapai 15 ribu unit. Kabupaten Kediri tercatat sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dengan alokasi 200 unit.
“Kendaraan ini lebih hemat karena tidak memerlukan bahan bakar minyak serta tanpa emisi, sehingga lebih ramah lingkungan,” papar Firman.
Ia juga memberikan penegasan terkait regulasi pemanfaatan bantuan ini. Seluruh penerima diwajibkan merawat unit dengan saksama. Becak tersebut dilarang keras untuk dijual, digadaikan, maupun dipindahtangankan demi menjamin manfaat jangka panjang bagi penerima asli.
Dalam agenda tersebut, Wakil Bupati Kediri sempat mencoba langsung unit becak listrik dengan mengitari kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Ia mengonfirmasi kenyamanan serta kemudahan pengoperasian kendaraan ramah lingkungan tersebut.
Melalui program ini, Pemkab Kediri berharap taraf hidup para pengayuh becak semakin meningkat, sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam mendukung sistem transportasi masa depan yang inklusif dan berpihak pada rakyat kecil.(*)











