ADAKITANEWS, Kediri – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Kabupaten Kediri menjadi representasi nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang terjalin melalui kerja kolektif di lapangan. Program ini merupakan buah sinergi antara pemerintah daerah bersama TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0809/Kediri dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa.
Nilai kebersamaan tersebut tecermin dalam apel persiapan rangkaian TMMD yang dilaksanakan di Lapangan Dusun Sumberbahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Minggu (15/2/2026). Sekitar 200 peserta yang terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, organisasi kepemudaan, perguruan silat, pramuka, hingga warga setempat mengikuti apel sebelum diterjunkan ke berbagai sektor kegiatan.
Agenda tersebut turut dihadiri oleh Kasdim Kediri Mayor Inf Yuliadi, Kasitrantrib Kecamatan Puncu Gunawan, Kapolsek Puncu AKP Marzuki, Kepala Desa Gadungan Dari Purwanto, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Kehadiran lintas sektoral ini mempertegas kuatnya koordinasi dalam menyukseskan program pembangunan daerah tersebut.
Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-127, Lettu Inf Sunarno, menjelaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan ruang interaksi yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.
“TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami bekerja bersama, berbaur dengan warga, dan merasakan langsung kehidupan masyarakat. Tidak ada jarak, semuanya menyatu demi kepentingan bersama,” ungkap Sunarno.
Menurut Sunarno, kekuatan utama TMMD terletak pada keterlibatan aktif warga. Semangat gotong royong yang tercipta tidak hanya meringankan beban pekerjaan, tetapi juga memperkokoh ikatan sosial di wilayah tersebut.
“Kebersamaan ini tidak bisa dibangun secara instan. TMMD menjadi momentum untuk memperkuat rasa saling percaya antara TNI, pemerintah, dan masyarakat,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Gadungan, Dari Purwanto, menilai kehadiran TNI membawa dampak positif secara psikologis bagi warganya. Program ini dinilai berhasil menghidupkan kembali tradisi gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
“Warga merasa dihargai dan dilibatkan. TNI tidak hanya membangun, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat desa,” tutur Dari Purwanto.
Sebagai upaya pendekatan kultural, TMMD ke-127 juga menyuguhkan kegiatan nonfisik berupa pagelaran seni tradisional jaranan dan reog. Penampilan budaya ini menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat hubungan emosional antara personel TNI dan penduduk setempat.
Pemerintah dan TNI berharap kemanunggalan serta sinergi yang terbangun selama pelaksanaan TMMD ke-127 dapat menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan desa yang berkelanjutan di masa depan.(*)












