ADAKITANEWS, Kediri – Komitmen dalam mendorong pengembangan potensi lokal kembali ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dari Universitas Nusantara PGRI Kediri (UNP Kediri) 2026 melalui program pengembangan di wisata Sumber Banteng yang berada di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Program yang sudah dimulai sejak 21 Januari dan bakal berakhir pada 14 Februari 2026 ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan daya tarik destinasi, tetapi juga untuk memperkuat nilai edukasi, partisipasi masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam pengembangannya, mahasiswa menghadirkan inovasi berupa pembangunan penangkaran kambing sebagai wahana wisata edukatif. Penangkaran ini dirancang sederhana namun representatif, sehingga pengunjung, khususnya anak-anak dan pelajar dapat belajar secara langsung mengenai cara pola pemberian pakan.
Kehadiran penangkaran kambing diharapkan mampu menambah variasi objek wisata dan memperluas segmentasi pengunjung dari sekadar wisata rekreasi menjadi wisata berbasis edukasi keluarga.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan penataan kawasan melalui pembuatan dan pemasangan denah peta wisata. Denah tersebut memuat informasi lengkap mengenai titik masuk, lokasi penangkaran kambing, area sumber air, spot foto, hingga fasilitas umum yang tersedia.
Peta dirancang dengan tampilan yang menarik dan mudah dipahami agar pengunjung dapat menjelajahi area wisata dengan lebih nyaman dan terarah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola destinasi.
Tidak berhenti pada pengembangan fasilitas, mahasiswa KKN-T Tempurejo turut mengusung konsep wisata ramah lingkungan dengan membuat pot tanaman dari galon bekas. Menariknya, proses pembuatan pot dilakukan bersama anak-anak di sekitar lokasi wisata. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk edukasi kreatif dan praktik langsung daur ulang sampah plastik.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu memberikan sosialisasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta dampak limbah plastik terhadap ekosistem. Setelah itu, anak-anak diajak untuk membersihkan galon bekas, memotong sesuai pola, menghias dengan cat warna-warni, hingga menanam bibit tanaman hias di dalamnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan keceriaan, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kesadaran ekologis sejak dini.
Pot-pot hasil karya bersama tersebut kemudian ditempatkan di beberapa sudut kawasan Sumber Banteng untuk mempercantik tampilan area wisata. Selain menambah kesan asri dan estetik, keberadaan pot daur ulang ini menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan generasi muda dalam menjaga lingkungan.
Ketua POKDARWIS Sumber Banteng, Darsono menyambut baik program yang dilakukan mahasiswa KKN-T Tempurejo UNP Kediri tersebut. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengembangkan potensi wisata sekaligus memberdayakan masyarakat.
“Program ini sangat membantu kami. Penangkaran kambing menambah daya tarik baru, peta wisata memudahkan pengunjung, dan kegiatan bersama anak-anak membuat suasana Sumber Banteng lebih hidup. Kami berharap apa yang sudah dilakukan mahasiswa bisa terus kami lanjutkan dan kembangkan,” ujar Darsono.
Sementara itu, Ketua KKN-T 06 UNP Kediri, Aditya Nugroho menjelaskan bahwa seluruh program yang dilaksanakan dirancang melalui diskusi dan koordinasi bersama perangkat kelurahan serta masyarakat setempat. Pendekatan partisipatif ini dilakukan agar pengembangan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan dan memiliki keberlanjutan setelah masa KKN-T berakhir.
“Kami ingin Sumber Banteng tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga tumbuh kesadaran masyarakat untuk merawat dan mengelolanya bersama,” ungkap Aditya.
Dengan adanya penangkaran kambing, denah peta wisata, serta program daur ulang bersama anak-anak, Sumber Banteng kini tampil lebih tertata, edukatif, dan ramah lingkungan.
Mahasiswa KKN-T Tempurejo UNP Kediri berharap langkah kecil ini dapat menjadi pemantik semangat masyarakat untuk terus berinovasi, sehingga Sumber Banteng benar-benar mampu ‘naik kelas’ sebagai destinasi wisata unggulan yang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi Kelurahan Tempurejo.(*)












