ADAKITANEWS, Kediri – Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis lingkungan pesantren. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif jajaran pengurus dalam diseminasi hasil pemetaan dan rekomendasi “Pondok Pesantren Menuju Pondok Pesantren Sehat Berdaya” yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur secara daring, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini merupakan implementasi Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pengembangan Fasilitasi Pondok Pesantren. Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, menekankan pentingnya reposisi peran pesantren agar tidak lagi menjadi objek program, melainkan subjek atau mitra aktif dalam pembangunan sektor kesehatan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan pesantren menjadi subjek yang berdaya. Keberadaan pesantren memiliki daya ungkit yang besar untuk mendukung terwujudnya kabupaten/kota sehat di Jawa Timur,” ungkap Erwin.
Berdasarkan data profil Promosi Kesehatan Dinkes Jatim per 27 Januari 2026, tercatat baru 2.095 dari total 4.264 pesantren di Jawa Timur yang memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Guna menjawab tantangan tersebut, Dinkes Jatim meluncurkan program IKI Pesat Jatim (Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi Pesantren Sehat Provinsi Jawa Timur) yang didukung oleh tim pembina lintas sektor (Pentaheliks).
Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Agung Riyanto, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, kesehatan santri merupakan fondasi utama dalam kelancaran proses pendidikan di pesantren. Ia menegaskan kesiapan Ponpes Wali Barokah untuk mengadopsi rekomendasi hasil pemetaan yang disusun Dinkes Jatim bersama BRIN dan Universitas Airlangga.
“Kami berkomitmen memosisikan pesantren sebagai mitra aktif yang berdaya dalam membangun pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kami akan terus meningkatkan peran Poskestren agar mampu memberikan layanan kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan,” tegas Agung.
Melalui sinergi ini, Ponpes Wali Barokah diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi pendidikan Islam yang tidak hanya unggul di bidang dakwah, tetapi juga mandiri dalam menjaga kesehatan kolektif santri serta lingkungannya.(*)












