ADAKITANEWS, Kediri – Modernisasi sektor pertanian menjadi isu krusial dalam kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Setiawan, di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kamis (12/2/2026) malam. Langkah mekanisasi ini mendesak dilakukan guna menjawab tantangan tingginya biaya produksi dan kian sulitnya mencari tenaga kerja tani manual di wilayah tersebut.
Dalam sesi dialog, Ketua Kelompok Tani Subur Makmur Guyub Rukun Desa Bulupasar, M. Khoirul, mengungkapkan bahwa petani lokal mulai kewalahan mengelola komoditas padi dan jagung. Ketiadaan alat tanam padi (transplanter) dan alat panen jagung memaksa petani mendatangkan buruh tani dari luar wilayah, seperti Kecamatan Gurah dan Ngasem, dengan upah yang sangat mahal.
“Tenaga kerja sekarang mahal dan sulit dicari. Kami membutuhkan alat pertanian modern untuk mempercepat proses tanam dan panen, sekaligus memangkas biaya produksi agar petani yang menyewa lahan tetap bisa sejahtera,” ungkap Khoirul di hadapan wakil rakyat yang akrab disapa Cak Hadi tersebut.
Menanggapi keluhan tersebut, Cak Hadi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Jatim menegaskan bahwa penggunaan teknologi pertanian bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk mendukung swasembada pangan nasional. Ia berkomitmen untuk mengawal usulan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) tersebut agar bisa terealisasi dalam waktu dekat.
“Soal Alsintan akan kami upayakan terealisasi tahun ini atau tahun depan. Teknologi ini kunci utama untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga ketahanan pangan kita,” tegas Cak Hadi.
Selain urusan tani, reses yang dihadiri perwakilan warga dari berbagai desa di Kabupaten Kediri ini juga menjaring aspirasi lain, mulai dari dukungan pembangunan masjid hingga pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Cak Hadi memastikan seluruh usulan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat melalui jaringan Partai Golkar.(*)












