ADAKITANEWS, Kediri – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menunjukkan kepeduliannya dengan menjenguk personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kediri, Achmad Arvan Fauzi, yang tengah terbaring di Rumah Sakit Baptis Kediri, Rabu (11/2/2026). Personel tersebut harus menjalani perawatan intensif setelah tersengat tawon vespa saat menjalankan tugas kemanusiaan.
Dalam kunjungannya, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali ini menyampaikan rasa prihatin mendalam sekaligus memberikan dukungan moril langsung kepada korban dan keluarga. Ia menegaskan bahwa profesi pemadam kebakaran adalah pekerjaan dengan risiko tinggi yang menuntut keberanian luar biasa.
“Saya datang untuk memastikan kondisi Bapak Achmad Arvan dan memberikan semangat agar segera pulih. Mereka adalah garda terdepan dalam melayani masyarakat dan sering kali harus menghadapi situasi berbahaya,” tutur Mbak Wali.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Kediri, Dhany Adi Projo, menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa anggotanya tersebut. Peristiwa bermula pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, saat Achmad Arvan yang merupakan Komandan Regu IV sedang menindaklanjuti laporan warga terkait sarang tawon vespa di Kelurahan Tinalan.
Nahas, saat proses persiapan evakuasi, seekor tawon menyengat bagian bawah mata korban sebelum ia sempat mengenakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Efek sengatan predator tersebut sangat fatal; korban dilaporkan sempat mengalami kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
“Saat kejadian, Bapak Achmad Arvan belum sempat memakai alat pelindung diri. Setelah tersengat, beliau sempat kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri,” jelas Dhany. Rekan kerja korban, Bagus Suwono, dengan sigap langsung melarikan korban ke RS Baptis untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Menanggapi insiden ini, Mbak Wali mengapresiasi dedikasi tinggi para personel Damkar yang tetap sigap membantu warga meski nyawa menjadi taruhan. Ia juga menginstruksikan adanya evaluasi menyeluruh terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) dan proteksi keselamatan kerja di lapangan.
“Pemerintah Kota Kediri berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam penerapan standar keselamatan kerja, agar kejadian serupa tidak terulang dan personel Damkar dapat menjalankan tugasnya dengan lebih aman,” pungkasnya.(*)












