ADAKITANEWS, Kediri – Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Pesantren di Gedung Serbaguna kantor kecamatan setempat, Rabu (11/2/2026). Di hadapan para delegasi kelurahan, pria yang akrab disapa Gus Qowim ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap mengakselerasi pembangunan meski dihadapi tantangan penurunan kemampuan fiskal daerah.
Gus Qowim mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya merealisasikan usulan warga secara bertahap. Sebagai bukti, dari 122 program yang diusulkan pada tahun sebelumnya, sebanyak 38,5 persen telah terakomodasi. Rinciannya, lima usulan masuk dalam Perubahan APBD 2025, sementara 42 usulan lainnya telah masuk dalam plafon APBD 2026.
“Ini menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat terus kami upayakan agar dapat diwujudkan secara bertahap sesuai kemampuan daerah,” ujar Gus Qowim.
Beberapa capaian infrastruktur yang menjadi sorotan adalah penyelesaian pelebaran Jalan Betet–Kleco atau Jalur Lintas Santren (JLS) pada 2025. Jalur ini kini menjadi urat nadi baru yang meningkatkan konektivitas wilayah serta menjadi pusat ekonomi dan olahraga masyarakat. Selain itu, pada 2026, fokus rehabilitasi irigasi di Kelurahan Blabak menjadi prioritas untuk menunjang sistem drainase perkotaan.
Memasuki tahun 2027, yang merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029, Pemkot Kediri mengusung tema pembangunan: “Penguatan Layanan Dasar dan Akselerasi Transformasi Pembangunan melalui Inovasi, SDM, dan Infrastruktur untuk Penguatan Daya Tarik Kota.”
Namun, Gus Qowim memberikan catatan mengenai kondisi keuangan daerah yang terdampak kebijakan baru pemerintah pusat terkait transfer ke daerah. Hal ini menuntut perangkat daerah untuk lebih inovatif dan kolaboratif dalam menyusun prioritas.
“Walaupun dengan kondisi seperti ini, pemerintah tetap harus cermat, inovatif, dan kolaboratif dalam merencanakan serta melaksanakan pembangunan,” imbuhnya.
Gus Qowim memastikan program unggulan “Sapta Cita” akan tetap berjalan konsisten, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan. Selain itu, anggaran kelurahan tetap dialokasikan sebagai stimulan untuk kegiatan sosial seperti Posyandu, Karang Taruna, Forum Anak, hingga Satgas PPA.
Hasil dari forum Musrenbang ini nantinya akan dibawa ke tingkat kota untuk diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah guna mewujudkan Kota Kediri yang lebih maju dan berdaya saing.(*)












