ADAKITANEWS, Madiun – Kabar gembira bagi calon pemudik, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan masyarakat dapat menikmati diskon tarif kereta api sebesar 30 persen selama masa Angkutan Lebaran 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi nasional pemerintah untuk Triwulan I 2026.
Potongan harga tersebut berlaku untuk periode keberangkatan mulai 14 hingga 29 Maret 2026. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengimbau agar masyarakat segera memanfaatkan kesempatan ini dengan melakukan pemesanan melalui jalur-jalur legal yang telah disediakan.
“Dalam mendukung kebijakan diskon stimulus 30 persen dari pemerintah, KAI Daop 7 Madiun berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut tentunya dengan melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi penjualan,” jelas Tohari.
Tak hanya memberikan diskon, KAI Daop 7 Madiun juga resmi membuka pemesanan tiket Kereta Api (KA) Tambahan mulai Rabu, 11 Februari 2026 pukul 00.01 WIB. Langkah ini diambil untuk memperluas pilihan jadwal perjalanan serta mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H.
“Tiket kereta api tambahan mulai dapat dipesan melalui platform penjualan resmi seperti aplikasi Access by KAI,” tambahnya.
Hingga Selasa (10/2/2026), antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi dengan total 35.569 tiket KA reguler yang sudah terjual untuk periode 11 hingga 27 Maret 2026. Meski beberapa tanggal favorit mulai menipis, KAI menjamin stok tiket masih tersedia di berbagai jadwal perjalanan lainnya.
Stimulus diskon tarif ini dipandang sebagai instrumen strategis pemerintah untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong kelancaran mobilitas warga selama libur panjang keagamaan. Dengan adanya KA tambahan dan potongan harga, transportasi kereta api diharapkan mampu menjadi pilihan utama yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.
“KAI mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengelolaan Angkutan Idul Fitri 2026. Kami mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini agar mudik berlangsung tertib, aman, dan nyaman,” tutup Tohari.(*)












