Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian Zaman Now

Krisis akibat pandemi (Covid -19) telah menunjukkan bahwa diskoneksi antara ekonomi,manusia,dan lingkungan dalam strategi pembangunan indonesia adalah masalah serius. Perekonomian menjadi sangat ekslusif, yang hanya memberikan kepada kelompok tertentu dan bahkan dapat menimbulkan krisis iklim untuk semua.

Pandemi Corona (Covid-19) telah menimbulkan tiga masalah bagi perekonomian domestik. Pertama, wabah ini telah menimbulkan masalah sosial di masyarakat. Apalagi ketika pemerintah melakukan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran (Covid-19). Terutama pada usaha kecil menengah atau sektor informal yang menjadi salah satu acuan bagi perekonomian indonesia. Didalam penanganan dampak (Covid- 19) pemerintah akan melihat konsumsi masyarakat yang turun secara drastis, konsumsi masyarakat memiliki kontribusi besar terhadapa perokonomian yaitu hampir 59%. Kedua pandemi membuat tingkat Infestasi melemah. Dan yang Ketiga dikarenakan perekonomian dunia mengalami perlemahan, maka kierja Ekspor juga ikut terpukul. Hal ini bisa dilihat dari penuruna Harga Komoditas, Minyak, Batu Bara, dan Crude Plam Oil. Tak hanya itu sektor Manufatur Indonesia yang membutuhkan Impor juga mengalami penurunan karena ada Disrupsi dari pandemi. Pandemi ini akan sangat memengaruhi kinerja perekonomian maupun kehidupan masyarakat, maka dari itu harus segera diatasi. Hal yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan mengubah postur anggaran dan pendapatan negara (APBN) yang difokuskan pada pandemi didalam negri.

Pandemi memaksa ekonomi kembali seperti sebelum abad ke-19, yaitu tanpa jaringan manufaktur dan transportasi global. Sektor ekonomi yang seolah-olah hilang yaitu sektor yang selama ini menjadi pusat globalisasi, yaitu jaringan manufaktur global dan jaringan jasa mobilisasi manusia. Dari sisi produksi, penurunan kapasitas manufaktur berdampak pada turunanya permintaan atas energi. Pandemi juga membuat permintaan dunia atas produk manufatur berdampak pada turunya permintaan elektronik, kendaraan, dan pakaian menurun tajam. Hingga melemahnya jaringan produksi, permintaan global, dan mobilisasi manusia berdampak luas pada kesektor jasa lain, seperti halnya akomodisi, restoran, dan perdangangan retil.

Pada dasarnya yang menggerakkan perumbuhan ekonomi adalah dunia usaha. Peran pemerintah adalah untuk menanggulangi dampak pandemi dan mendukung dunia usaha. Protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker akan menjadi bagian dari keseharian sampai vaksin dan obat ditemukan. Ada beberapa sektor yang berpontensi menjadi penggerak yaitu pertanian, manufaktur makanan dan minuman kontruksi serta perdagangan dan jasa keuangan merupakan sektor yang berpotensi menjadi pernggerak. Adapun sektor informasi dan komunikasi, jasa pemerintah, kesehatan,pendidikan dan kegiatan sisial adalah kegiatan sosial selama pandemi.

Pembatasan Penyebaran informasi negatif dan hoax menjadi langkah yang penting untuk diambil dalam menjaga kepercayaan publik dan memeperkuat pertahanan yang beriimplikasikan pada ketahanan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat. Mungkin dengan adanya virus wabah corona atau covid-19 ini menundukkan kita pada posisi yang tidak prima namun dalam setiap krisis yang menikuti selalu ada peluang untuk mengikutinya. Kita sedang berada dalam kondisi yang tidak mudah. Tetap berfikir positif dan optimis sebagai upaya mengatasi musuh terbesar masyarakat yaitu ketakutan dan kepanikan. Mari kita ikuti aturan pemerintah untuk jaga jarak, dan dirumah saja.

 

 

 

Oleh : Ajeng Wulandari

STEI SEBI

Nim : 41803103

 

Related posts

Leave a Comment