Antara Generasi Muda, Moral, dan Mental

Moral adalah suatu istilah manusia kepada manusia lainya dalam suatu tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut juga amoral atau tidak bermoral, atau bisa dimaknai tidak memiliki nilai positif di mata orang lain. Lalu apa hubungan mental atau pola pikir dengan moral dan generasi muda?

Akhir–akhir ini Indonesia dihebohkan dengan berbagai kasus dari para generasi muda, tentang kurangnya pengawasan, perhatian, dan lingkungan yang baik, sehingga membuat mereka menjadi tidak bermoral. Seperti kabar tentang salah seorang siswa SMA di Sampang Madura, yang telah menganiaya gurunya sendiri hingga meninggal dunia.

Siswa ini tidak awalnya mendengarkan guru yang menerangkan suatu pelajaran kepadanya. Ia, justru mengganggu teman-temanya dengan mencoret-coret lukisan temannya. Akhirnya guru tersebut memberikan tindakan dengan mencoret bagian pipi siswa itu dengan cat lukis.

Tidak hanya kasus kekerasan, peristiwa bullying sampai dengan penyalahgunaan narkoba pernah menyelimuti kehidupan generasi muda. Generasi milenial, mengalami banyak sekali kemunduran mental dan moral. Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat?. Salah satunya yakni dengan melakukan revolusi mental kepada generasi muda, dalam hal ini perlunya pendidikan karakter di bidang ideologis, politis, ekonomi, dan sosial budaya.

Pendidikan ideologis sangat dibutuhkan. Hal itu karena generasi muda saat ini, telah banyak mengalami kemunduran. Salah satunya dengan adanya ideologi asing yang meracuni para generasi muda seperti liberalisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, dan aliran agama yang fanatis.

Pendidikan politis kepada generasi muda saat ini juga dibutuhkan. Sebab mereka mulai terbelenggu oleh suatu kepentingan politik praktis dan elit politik tertentu. Selain itu secara ekonomi generasi muda kurang memiliki daya saing sehingga menumbuhkan sikap malas, kurangnya etos kerja, dan jiwa usahanya berkurang.

Lalu kenapa sosial dan budaya sangat berpengaruh juga kepada generasi muda? Alasannya adalah karena faktor sosial dan budaya sangat berpengaruh kepada moral dan mental generasi muda. Perubahan keadaan lingkungan, lingkungan yang buruk, diketahui sangat berpengaruh kepada keadaan sosial. Hingga, mengakibatkan sikap individualisme, konsumerisme, dan materialisme yang meningkat.

Sebagai masyarakat sangat penting bagi kita menjaga dan menyayangi generasi muda di sekitar kita, sehingga menumbuhkan bibit-bibit yang baik pada generasi selanjutnya. Bagi orang tua, juga sangat penting untuk mengawasi pertumbuhan anaknya, tidak hanya di lingkungan rumah saja tetapi lingkungan sosial dan budaya yang mempengaruhi anak mereka.

Oleh: Alfian Haris Alfarich
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Umsida
NIM: 17202200058

Related posts

Leave a Comment