“Tatalu”, Cara Unik Remaja Wonokasian Gugah Warga untuk Sahur

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sejumlah anak muda di Lingkungan Desa Wonokasian Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, terlihat melakukan tradisi tatalu (tetabuhan dengan alat musik seadanya) untuk membangunkan warga setiap menjelang sahur di bulan Ramadan.

Para remaja ini memang selalu aktif membangunkan warga untuk membangunkan sahur ketika bulan ramadan. Mereka hanya bermodal alat seadanya seperti panci, botol kaca bekas hingga alat-alat musik yang sudah usang.

Pukul 01.30 WIB, remaja-remaja ini sudah mempersiapkan alat-alat sebelum berjalan mengelilingi kampung. Mereka menyusuri setiap gang-gang perkampungan, sambil meneriakan kata “Sahur” secara kompak. Teriakan sahur itupun bersahutan, diselingi lantaunan lagu-lagu bernada Islami.‎

Tak hanya teriakan sahur saja, kumpulan remaja asal Dusun Nggodek RT 4 dan RT 5/RW 2 ini juga menggumandangan salawat berbarengan. Hal itu merupakan tradisi mereka untuk membangunkan warga di desanya.‎

‎“Ini sudah menjadi tradisi kami yang sudah dari generasi ke generasi. Setiap bulan puasa pasti kami selalu membangunkan orang-orang tidur dengan tabuhan‎,” kata Rukin, 35, yang merupakan penggerak tatalu kepada Tim Adakitannews.com, Jumat (08/06) dini hari.‎

Cak Blon, panggilan akrab Rukin mengatakan, sebelum melakukan tatalu berkeliling‎, biasanya kelompok remaja ini berkumpul di musala setempat usai tadarus. Kemudian, menjelang dini hari mereka bersiap untuk beraksi membangunkan warga untuk sahur.

Tak jarang warga Desa tersebut memberi makanan jajanan dan minuman hangat kepada mereka. ‎Dengan adanya aksi para remaja ini, yang secara ikhlas melakukan kegiatan gugah sahur, warga merasa senang dan tidak terganggu.

“Dengan adanya anak-anak gugah sahur seperti ini saya merasa terbantu, meskipun di musala juga ada penggugah sahur tapi suara dari tabuhan mereka enak didengar. Saya ingin kegiatan positif anak-anak ini terus ada,” kata Abah Djuri warga RT 2.‎

Para remaja inipun ketika lebaran, nantinya juga akan mendapat sedekah dari warga sekitar. Hal itu merupakan bentuk rasa terimakasih warga kepada mereka yang setia selama satu bulan puasa melakukan gugah sahur di kampungnya.(sid3)

Keterangan gambar : Para remaja Desa Wonokasian Kecamatan Wonoayu Sidoarjo saat keliling membangunkan warga untuk sahur.(foto: andri santoso)‎

Related posts

Leave a Comment