Peringati 1 Suro, Padepokan Sunan Tembayat Gelar Kirab Budaya Ke-4

ADAKITANEWS, Blitar – Kegiatan nyata sebagai bentuk awal personifikasi semangat untuk tetap mencintai dan melestarikan budaya bangsa, adalah pada saat momentum menyambut Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Jawa, yang waktunya bersamaan.

Padepokan pusaka Sunan Tembayat di Kelurahan Dandong Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar salah satunya, yang menggelar kegiatan rutin setiap tahun berupa kirab budaya dengan mengelilingi seputaran wilayah Kelurahan Dandong.

Kirab ini diikuti oleh sekitar 3.500 orang dari berbagai kalangan, seperti pesilat, seniman, grup kesenian jaranan, reog ponorogo, dan drum band.

Dalam sambutannya, Pemangku Padepokan Pusaka Tembayat, Gus Hairi Mustofa mengatakan, kirab budaya ini sudah yang ke-4 kalinya digelar untuk menyambut peringatan 1 Suro. Dan yang kali ini, bersamaan dengan peringatan 1 Hijriah.

Menurutnya, di dalam padepokan ada banyak elemen yang tergabung. Seperti yang bisa ditampilkan pada Kamis (21/09) tersebut, ada Pencak Silat Cempaka Putih (CP) dan kebudayaan reog.

“Silat adalah silaturahmi. Tidak akan menimbulkan gesekan yang berujung pada permusuhan. Kita tidak menginginkan adanya pergesekan. Yang kita ingin adalah menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Gus Hairi.

Kirab budaya ini dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Dan pusaka yang dikirab diantaranya Panji Gula Kelapa Sang Saka Merah Putih dan Garuda Pancasila, Tombak Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra, Bende Nyai Setomi milik warga Ken Arok saat merebut kekuasaan dari Kediri dan mendirikan Kerajaan Singasari, Keris dan Tombak serta Pedang peninggalan Sunan Tembayat dan Prajurit Mataram, Pedang Garuda Yaksa Pusaka Pangeran Diponegoro dalam perang Jawa 1825-1830 M, Tindih Tutup Tanah Jawa penyeimbang harmoni Bhumi Jawadwipa, serta pusaka warisan Bupati Srengat I, KRT Diposari Noto Projo.

Dalam kirab budaya ini juga hadir Bupati Blitar beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan salut atas adanya padepokan ini. Ia berharap, adanya padepokan ini selain membuat Kabupaten Blitar lebih kondusif, juga bahu-membahu menjadikan Kabupaten Blitar lebih baik lagi. Bupati juga berpesan, untuk selalu menjaga nama baik perguruan sesuai dengan sumpah prasetyo.

“Negara kita kan ada banyak suku, adat, agama, dan budaya. Kita harus menjaga kebhinnekaan dan saling toleransi. Kita harus mampu bahu membahu menjaga NKRI selama-lamanya. Jangan sampai ini dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” jelas Bupati.

Kirab Budaya yang ke-4 mengelilingi Kelurahan Srengat ini langsung diberangkatkan oleh Bupati Blitar. Tidak hanya berhenti di Kirab Budaya, pada peringatan 1 Suro ini Padepokan Sunan Tembayat juga akan menyelenggarakan pagelaran wayang kulit pada Kamis (21/09) malam.(fat)

Keterangan gambar: Suasana pembarangkatan kirab budaya.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment